MasukKung fu naga bertelur. Buahahahaha
92Zhao Yìchen mendengarkan cerita Ren Mark dan keluarganya, sembari mengingat momen itu di dalam benak. Sebab harus menuntaskan sekolahnya, Zhao Yìchen tidak bisa sering berkunjung ke Darwin.Kendatipun Zhao Yìchen mendapatkan mandat baru dari Wirya, untuk bertugas bolak-balik ke Australia, tetapi itu hanya sebatas di seputar Sydney, ataupun beberapa kota besar di mana ada proyek baru. Sedangkan di Darwin belum ada proyek lainnya. Zhao Yìchen mengarahkan pandangan ketika dipanggil Ren Mark yang menanyakan tentang kepastian waktu pernikahannya dengan Elma. "Sebulan lagi, Paman," jawab Zhao Yìchen. "Undangan acara resepsi di Jakarta, nanti kukirimkan, karena sekarang belum jadi," lanjutnya. "Tidak perlu. Kami akan datang, walaupun tanpa undangan fisik," jawab Ren Mark.Zhao Yìchen mengangguk mengiakan. "Mengenai akomodasi, semuanya ditanggung Dante bersaudara. Papa Erick sedang menyelesaikan pembelian pesawat Adhitama. Kalian nanti dijemput pakai pesawat itu." "Syukurlah. Tadinya a
91Dilbert meringkus lawannya dengan memelintir tangan kanan orang tersebut. Dilbert mengikat tawanannya dengan tali yang sudah dipersiapkan di saku celana. "Ternyata kamu memang perempuan," cakap Dilbert seusai membuka penutup wajah orang itu. Sedetik kemudian Dilbert menggeser badannya ke kanan untuk menghindari jarum kecil yang ditiupkan perempuan itu dengan kuat. "Sial!" pekik Dilbert seusai merasakan tangan kirinya mulai kebas.Tanpa memedulikan jika lawannya adalah perempuan, Dilbert menendangi perempuan itu, yang seketika terlempar ke jalan. Tidak berhenti sampai di situ, Dilbert menarik lengan kiri lawannya, dan mendorong perempuan itu ke halaman rumah Bryan.Dilbert menyambungkan tali di tangan perempuan itu dengan tali di pohon. Kemudian dia memindai sekeliling, lalu menembaki kepala seekor ular kobra yang tadi dilemparkan musuh. Dilbert mengambil bangkai ular itu, lalu melumuri wajah lawannya dengan cairan dari ular, hingga tawanannya menjerit-jerit. "Kamu yang melempa
90Seunit mobil van hitam melintasi jalan raya. Sang sopir membelokkan kendaraan ke kiri dan berhenti di depan gerbang besar.Seorang penjaga keamanan mendekat dan menyapa sopir itu dengan ramah. Kemudian penjaga tersebut membukakan gerbang, dan mobil van melaju memasuki area perumahan elite di barat Kota Sydney. Seorang petugas lainnya yang berada di pos, menghubungi rekannya melalui sambungan telepon. Kemudian dia keluar dari pos dan jalan menuju motornya, yang diparkirkan dekat kantor pengelola. Petugas keamanan itu memacu motornya menuju blok kedua, sebelum blok tiga di mana rumah Bryan berada. Sang petugas menghentikan kendaraan di depan rumah ujung kanan, yang telah disewa sejak seminggu lalu. Frey memasuki rumah itu dan mendatangi teman-temannya yang berada di ruangan belakang. Mereka tidak berbicara sedikit pun, melainkan langsung mengenakan berbagai atribut khas pengamanan.Tidak berselang lama, kelompok kecil pimpinan Dilbert itu telah melangkah ke halaman belakang. Mereka
89Suara obrolan Zikria dan Yang Halburt, terdengar dari luar kamar yang pintunya terbuka lebar. Zhao Yìchen memusatkan pikiran untuk mengetahui jenis penyakit yang diderita Tian Johanna, yang tengah menjadi pasiennya.Hasil pemeriksaan medis perempuan tua tersebut menyatakan dia menderita gerd. Namun, Zhao Yìchen curiga itu bukan hanya sekadar gerd, tetapi ada unsur lainnya. Zhao Yìchen memanggil Zikria yang segera memasuki ruangan. Zhao Yìchen meminta Zikria untuk mengerahkan tenaga dalamnya, guna mendeteksi adanya elemen gaib di tubuh pasien.Zhao Yìchen belum dibaiat hingga tenaga dalamnya belum kuat. Dia mengamati Zikria yang tengah menggeser kedua telapak tangannya di atas badan Tian Johanna. "Nyonya, tolong tarik napas dan tahan sebentar," pinta Zikria yang segera dikerjakan perempuan tua tersebut. Zikria memejamkan mata dan memusatkan pikirannya ke telapak tangan kanan. Kedutan yang cukup kuat terasa dan Zikria meminta Johanna untuk mengulang inhale serta exhale. Kala denyu
88Ruang rapat Yang Company terlihat ramai orang, yang hampir semuanya keturunan Chinese. Mereka tengah mendengarkan penjelasan Yang Glyn, sang direktur marketing, tentang proyek aliansi para pebisnis berdarah Tionghoa, di seputar Australia dan New Zealand. Selanjutnya, giliran Wirya yang berdiri untuk menerangkan proyek terbaru para bos muda Indonesia, yang akan dikendalikan sepenuhnya oleh GUNZ, perusahaan baru bentukan Wirya dan teman-temannya. Wirya dan semua Power Rangers telah mempersiapkan perusahaan masing-masing, sebagai pusat kegiatan mereka seusai lengser dari jabatan di PB dan PBK. Meskipun jenis perusahaan itu hampir sama, tetapi semuanya telah diatur rapi dan tidak saling tumpang tindih. Wirya memperkenalkan Zikria, yang menjadi wakil resmi GUNZ di Australia. Pria berkumis tipis itu akan menjadi tangan kanan Jauhari, dan nantinya mengambil alih tugas Jauhari, setelah lelaki berlesung pipi itu kembali menetap di Indonesia. Selain Zikria, Fikri dan teman-temannya di la
87Acara selamatan atas kebebasan Jauhari dimulai dengan pengajian. Ratusan jemaah masjid besar di Sydney, menghadiri acara tersebut atas undangan Bryan, yang cukup aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan di sana.Bryan yang menjadi mualaf sejak 2 tahun lalu, sering berdiskusi dengan Imam masjid ataupun para Ustaz lainnya. Pria berbadan tinggi besar itu tidak kesulitan untuk melakukan banyak ibadah, karena istrinya, Sekar Prameswari Dewawarman, orang tuanya, dan kedua Adik Bryan serta sang ipar, adalah muslim. Ibu Bryan, Gemala, dulunya Nasrani. Setelah 3 tahun ayahnya Bryan wafat, Gemala menikah dengan Hendra, seorang duda beranak 1. Baik Gemala maupun Hendra tidak pernah memaksa Bryan untuk berpindah keyakinan. Mereka membiarkan pria itu tetap menjadi Kristen.Hubungan kasihnya dengan Sekar, membuat hati Bryan mulai condong ke Islam. Puncaknya, dia sempat bernazar. Bila Jauhari divonis ringan dan Harzan serta ketiga rekannya dibebaskan dari segala tuntutan, maka Bryan akan menjadi
12 Cayden mengulum senyuman, sesaat setelah mendengar penuturan Harper mengenai kejadian kemarin malam. Cayden terkekeh setelah Harper menggerutu, karena beberapa korban dari pihak gangster, yang mengalami patah tangan ataupun patah kaki, akibat disiksa tim PBK. Setelah tawanya lenyap, Cayden berg
27Kehadiran Zhao Yìchen pagi itu, disambut teriakan banyak karyawan di gedung PBK. Mereka berebutan untuk menyalami pria berambut gondrong, yang telah mencukur kumisnya hingga klimis. Zhao Yìchen melayani rekan-rekannya yang mengajak berbincang selama belasan menit. Kemudian dia memasuki lift den
18 Zhao Yìchen memandangi Jauhari yang tengah berlatih di palang besi. Pria bertubuh langsing itu memperagakan senam ala atlet dengan cukup baik.Jauhari melentingkan badannya dua kali, lalu dia melepaskan pegangan pada palang, dan melompat turun sambil koprol. Jauhari mendarat di tanah dengan sed
13Zhao Yìchen mengamati presiden komisaris LB Company, yang tengah berbincang dengan Bryan, Keven, dan Jourell. Zhao Yìchen menyukai pria tua yang rambutnya telah memutih seluruhnya itu, yang sangat ramah.Zhao Yìchen kagum dengan gaya santai yang ditampilkan Li Thorne. Zhao Yìchen membatin, bila







