Malam itu benar-benar menjadi titik nadir bagi Maudy. Belum kering rasa mualnya mendengar logika bisnis Rio, pintu rumahnya kembali diketuk. Mertuanya, Bapak Haris dan Ibu Devi, masuk dengan aura otoritas yang dingin dan menyesakkan. Tanpa basa-basi, mereka duduk di sofa ruang tengah dan melempar ultimatum yang tajam."Maudy, tahun ini Harus ada kabar baik," ucap Ibu Devi sambil memperbaiki posisi jam tangan mewahnya. "Kami tidak bisa menunggu selamanya. Jika rahimmu memang tidak bisa memberikan pewaris bagi keluarga kami, kami tidak punya pilihan selain meminta Rio mencari wanita lain yang lebih subur. Kami butuh keturunan, bukan sekadar menantu pajangan,” lanjut Haris memperjelas maksud ucapan istrinya.Maudy hanya bisa menunduk, meremas jemarinya sendiri. Ingin rasanya ia berteriak bahwa anak mereka yang sebenarnya tidak bisa memberikan keturunan. Namun, ia terikat kontrak untuk menutupi aib suaminya. Ia disudutkan atas kesalahan yang bukan miliknya, sementara Rio hanya diam me
最終更新日 : 2026-02-23 続きを読む