"Ingat, jangan beri dia api. Beri dia madu yang beracun. Bersikaplah seolah-olah malam tadi adalah malam yang luar biasa bagi pernikahan kalian. Semakin kamu manis, semakin dia akan merasa tercekik oleh ketakutannya sendiri,” bisik Bayu sebelum mereka berpisah pagi itu. Maudy mengangguk lalu keluar dari kamar hotel tersebut dengan wajah yang lebih segar.Maudy menarik napas panjang, memantapkan hati, dan melangkah masuk ke rumahnya. Benar seperti yang dikatakan Bayu, baru saja pintu terbuka, ia sudah mendapati Rio berdiri di ruang tengah. Wajah pria itu kuyu, matanya merah menunjukkan ia tidak tidur semalaman karena dilanda kecemasan yang luar biasa.Rio segera menghampiri Maudy. Tidak ada bentakan, tidak ada tatapan meremehkan."Maudy, kamu baru pulang?" suara Rio terdengar sangat lembut, bahkan terkesan dipaksakan. Ia mencoba meraih tas tangan Maudy, sebuah gestur manis yang tidak pernah ia lakukan selama bertahun-tahun. "Aku... aku minta maaf soal semalam. Aku hanya cemas, tida
最終更新日 : 2026-03-05 続きを読む