Pagi itu, langit tampak mendung seolah mewakili perasaan Maudy yang berat. Bayu dengan setia membukakan pintu mobil untuk mengantar Maudy kembali ke rumah orang tuanya. Mobil yang sudah atas nama Maudy sejak tinggal di rumah Rio. Di sepanjang perjalanan, Maudy hanya terdiam, jemarinya terus meremas ujung bajunya sendiri. Berkali-kali ia menoleh ke arah Bayu, berharap pria itu berubah pikiran dan membawanya kembali ke kontrakan sempit yang baginya jauh lebih tenang."Aku tidak suka ini, Bayu," bisik Maudy saat mobil mulai memasuki kawasan perumahan orang tuanya. "Aku merasa seperti dikembalikan ke tempat yang tidak lagi kuinginkan,” lanjut Maudy.Bayu melambatkan laju mobilnya. Ia menoleh sejenak, memberikan senyuman tipis yang menenangkan. "Ini hanya sementara, Maudy. Di rumah ini, kamu punya orang tua yang akan menjagamu secara fisik. Aku butuh ruang untuk menyelesaikan perang ini tanpa harus mengkhawatirkan keselamatanmu setiap detik. Percayalah padaku."Setelah melakukan perjal
Last Updated : 2026-03-15 Read more