“Nanti kalau Mama sama Papa udah kerja, terus udah punya uang ... Seli mau main ke playground kayak temen-temen,” ucap Sherly polos malam itu. Shiren yang sedang melipat pakaian langsung menoleh pada putrinya. Sedangkan Raka hanya diam di sisi ranjang, rahangnya mengeras pelan. “Iya, sayang,” balas Shiren sambil tersenyum kecil, meski dadanya terasa sesak. “Nanti Mama ajak Sherly main, ya.” “Makasih, Ma!” seru Sherly antusias sebelum memeluk ibunya erat. Shiren membalas pelukan itu sambil mengusap rambut putrinya lembut. Namun beberapa detik kemudian, suara Raka terdengar dingin memecah suasana. “Kalau cuma buat makan sama main mungkin cukup.” Shiren menoleh pelan. “Tapi buat beli rumah? Biaya sekolah anak kita nanti?” lanjut Raka sambil tertawa hambar. “Mana cukup gaji OB sama OG.” Senyum di wajah Shiren perlahan memudar. Ia menghela napas panjang sebelum mendekat pada suaminya. “Kan nanti bisa naik gaji, naik jabatan, Mas,” ucapnya pelan. “Coba jalanin dulu aja. Kita harus
Read more