分享

BAB 124

作者: Langit Parama
last update publish date: 2026-05-30 00:02:29

“Mas, kamu udah bikin CV buat lamar kerja nanti?” tanya Shiren pada suaminya malam itu.

Raka yang tengah rebahan di sofa sambil memainkan game di ponselnya hanya melirik sekilas.

“Belum.”

Shiren mengernyit. “Belum?” ulangnya memastikan.

“Iya,” sahut Raka santai tanpa rasa bersalah. “Memangnya kapan mau dimasukin? Emang udah buka lowongan?”

“Gak ada info lowongan, sih,” jawab Shiren sambil duduk di sofa sebelahnya. “Tapi kan Tuan Kaelix udah bilang suruh masukin surat lamaran aja. Mau posis
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (3)
goodnovel comment avatar
Sultan Balqis
sakit hati aku ga mau baca lg hiks hiks Saskia ma Tristan trs ga jadi ma kaelix... padahal kaelix perhatian ke Saskia n semua keluarga nya, dr perhatian kecil sampe uang nya bt Saskia n keluarga nya... tp ga tersentuh sedikit pun hati nya saskia... ma Tristan trs
goodnovel comment avatar
Goodnovel Awesomegirl
aku rasa selingkuhan Mina itu adalah Raka, tp aku rasa pasangan sasqia pada cerita tamat adalah kaelix, tristan gak bisa kerana dia terlalu sejuk dan membosankan,sang doktor juga ngak bisa .
goodnovel comment avatar
Nia Khair
kael kael kamu masih sibuk menghayal , kesempatan kamu udah hampir NoL ni lix... cari cewek baru aja lix,, kita ikhlasin aja sasqia sama Tristan wkwkwkwkwk
查看全部評論

最新章節

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 144

    “Maaf jika saya lancang,” ucap Mahendra hati-hati. “Tapi saya sulit percaya kalau seseorang seperti kakak Anda bisa menelantarkan anak kandungnya sendiri.” Tatapan Tristan perlahan menggelap. “Ayah biologis Sana bukan pria yang baik, Pak.” Mahendra terdiam. “Sedangkan kakak saya ...,” Tristan berhenti sejenak. “Dia hanya terlalu membenci ibunya.” Suasana meja mendadak sunyi. Tak ada suara selain dentingan alat makan dari meja lain. Mahendra perlahan menyandarkan tubuhnya ke kursi. Namun justru semakin banyak pertanyaan bermunculan di kepalanya. Tristan kembali membuka suara. “Sebenarnya ada satu hal lagi yang belum diketahui banyak orang tentang Sana.” Mahendra langsung menatapnya. “Apa itu?” Tatapan Tristan perlahan berubah tajam. “Identitas ayah kandungnya yang sebenarnya.” “Baiklah,” ucap Mahendra setelah beberapa saat terdiam. “Kita lupakan dulu pembahasan tentang Sana.” Tristan mengangguk pelan. “Di sini seharusnya saya yang bertanya mengenai keseriusan Anda terhadap a

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 143

    “Kamu tidak bilang kalau akan membawa Papa kamu.” Kalimat pertama yang keluar dari mulut Tristan begitu ia duduk di kursi sebelah Sana membuat Sasqia tersentak kecil. Wanita itu langsung tersenyum kikuk. “Dadakan, Mas.” Ia menggaruk pelipisnya pelan. “Maaf. Saya cuma kepikiran sekalian aja. Biar Mas sama Papa bisa kenalan langsung.” Sasqia melirik Mahendra yang sejak tadi memperhatikan Tristan dengan saksama. “Papa juga dari kemarin penasaran pengen ketemu Mas.” Sudut bibir Tristan terangkat tipis. “Untung saya sudah siap bertemu dengan Papa kamu.” Mahendra ikut tersenyum kecil. “Sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya.” Tristan menoleh. “Di mana, ya?” “Rumah sakit.” Mahendra menyipitkan mata, berusaha mengingat. “Kalau tidak salah, waktu saya kontrol.” Sasqia langsung mengangguk antusias. “Oh iya!” Ia menepuk dahinya sendiri. “Waktu itu aku yang antar Papa ke rumah sakit.” Tristan akhirnya mengingat. “Benar. Sepertinya memang pernah.” Mahendra mengangguk pelan sebelum me

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 142

    “Besok kamu tidak sibuk, kan?” tanya Tristan pada Sasqia melalui sambungan telepon. Ada jeda beberapa detik. “Nggak, Mas. Ada apa?” tanya Sasqia penasaran. “Saya ingin mengajak kamu bertemu dengan Sana.” “Sana?” nada bicara Sasqia terdengar bingung. “Keponakan saya. Dia ingin bertemu dengan kamu.” Seketika Sasqia teringat pada bocah kecil yang pernah diceritakan Tristan sebelumnya. “Oh ...,” gumamnya pelan. “Iya, saya ingat dia siapa. Anaknya Tuan Kaelix, kan?” Tristan terdiam. Tatapannya lurus ke arah Sana yang sedang duduk di atas karpet ruang tengah sambil memainkan boneka Barbie miliknya. “Iya,” jawabnya pelan. “Sana anak Kael.” “Baik, Mas.” “Kalau begitu sampai jumpa besok.” “Oke.” Panggilan pun berakhir. Tristan menurunkan ponselnya perlahan. Namun belum sempat ia mengatakan apa pun, suara bel apartemen tiba-tiba berbunyi nyaring. Ding dong. Sana langsung mengangkat kepalanya. “Siapa itu?” tanyanya antusias. Pembantu rumah tangga segera berjalan menuju pintu untu

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 141

    “Melihat Tuan Kaelix ... seperti melihat Nyonya Miriam.” Kalimat itu bergema pelan di kepala Sasqia. Tatapannya masih terpaku pada wajah pria di hadapannya, dingin, tenang, dan sulit ditebak. Kaelix membalas tatapan itu tanpa berkedip sedikit pun, sudut bibirnya terangkat tipis. “Maaf,” ucap Sasqia hati-hati sambil menggenggam erat kantong belanjaannya. “Saya buru-buru harus pulang.” “Saya antar sekalian.” Balas Kaelix cepat, seolah tak memberinya kesempatan untuk menolak. Sasqia kembali menatap pria itu beberapa detik sebelum menggeleng pelan. “Tidak perlu. Saya bisa pulang sendiri.” Setelah mengatakan itu, Sasqia segera berbalik dan melangkah pergi. Rahang Kaelix mengeras. Pria itu langsung turun dari mobilnya, membuat sang sopir refleks menoleh kaget. Kaelix berjalan cepat menyusul wanita itu. Dan sebelum Sasqia sadar, tangan besar pria itu sudah menahan lengannya. Sasqia tersentak. “Menghindar, hm?” bisik Kaelix rendah di dekat telinganya. Sasqia buru-buru menarik lenga

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 140

    “Dari dulu ... kamu selalu menginginkan milik saya, Kael.” Tatapan Tristan lurus menusuk sang kakak. “Kenapa?” lanjutnya pelan, namun penuh tekanan. “Apa kamu tidak cukup percaya diri untuk disukai seorang wanita?” Sudut bibir Kaelix perlahan terangkat tipis. Namun senyum itu sama sekali tidak mencapai matanya. “Maka dari itu,” Tristan kembali melanjutkan, “Kamu lebih suka mengambil milik adikmu.” Suasana di lorong mansion mendadak terasa dingin. “Itukah pencapaian terbesar kamu?” Tristan tersenyum miring. “Kurang apa hidupmu?” Tatapannya turun sekilas pada jam mahal di pergelangan tangan Kaelix, lalu kembali naik menatap wajah dingin pria itu. “Kamu sudah mendapatkan lima puluh persen saham Enver. Posisi tertinggi di perusahaan juga ada di tanganmu.” Nada suaranya perlahan berubah tajam. “Masih belum puas juga?” Kaelix diam. Sementara Tristan melangkah mendekat. “Sampai sekarang kamu tetap ingin mengambil apa yang jadi milik saya.” Rahang Kaelix perlahan mengeras. “Kalau

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 139

    “Duduk.” Suara Miriam terdengar singkat, datar, dan dingin. Sasqia menelan ludahnya susah payah. Perasaan tak nyaman perlahan menjalar memenuhi dadanya. Dia tahu, wanita di hadapannya tidak menyukainya. Melihat Sasqia masih berdiri kikuk, Martha segera menarikkan kursi untuknya. “Silakan, Nona.” Sasqia sedikit terkejut mendapat perlakuan itu. Namun akhirnya ia duduk perlahan tepat di hadapan Miriam. “Saya permisi, Nyonya,” pamit Martha sopan sebelum meninggalkan mereka berdua. Kini hanya tersisa keheningan menekan di meja itu. Miriam menyandarkan tubuhnya elegan pada kursi, lalu menatap Sasqia dari atas sampai bawah. Menilai. Tatapannya tajam sampai membuat Sasqia merasa kecil. “Jadi ... seperti ini wanita yang akan dinikahi putra kesayangan saya?” Nada suaranya penuh sindiran halus. Sasqia menunduk sebentar sebelum kembali mengangkat wajahnya. Namun belum sempat bicara, Miriam kembali bersuara. “Saya tahu Tristan melamar kamu.” Wanita itu tersenyum tipis, sinis. “Dan kamu

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 89

    “Om Tristan ke mana, Sus?” tanya Sana siang itu dengan suara kecil. Usai makan dan menelan obatnya, tubuh mungilnya diminta beristirahat. Ia sudah berbaring di atas ranjang rumah sakit, selimut menutupi hingga dada. Babysitter yang menemaninya duduk di kursi dekat ranjang, mengusap pelan rambut h

    last update最後更新 : 2026-04-02
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 48

    “Kaelix memberikan sponsor itu pada pramugari lain?” Mata Miriam membulat tajam. “Padahal aku sudah lebih dulu mencantumkan nama Jessie.” “Ada alasannya,” jawab Remmer tenang, mencoba meredam gejolak di suara istrinya. “Apa alasannya?” dagu Miriam terangkat tinggi, s

    last update最後更新 : 2026-03-25
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 43

    “Jangan bilang kamu belum punya jawabannya,” ujar Tristan pelan, matanya menyipit tipis. “Sudah hampir satu minggu, kan? Besok tepat hari ketujuh sejak saya menyatakan perasaan.” Jantung Sasqia berdegup keras. Tujuh hari. Ternyata Tristan menghitungnya

    last update最後更新 : 2026-03-24
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 44

    Mobil Tristan akhirnya berhenti di depan kost putri milik Sasqia, wanita yang malam ini resmi menjadi kekasihnya. “Terima kasih, Kapten. Sudah mengantar saya, dan mentraktir makan malam juga,” ucap Sasqia tulus. “Kapten?” gumam Tristan rendah. “Saya kekasih kamu mulai malam ini, tidak ada pangg

    last update最後更新 : 2026-03-24
更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status