Share

Menghindar

Author: Erna Azura
last update publish date: 2026-03-20 15:38:41

Pagi itu langit Jakarta masih diselimuti warna abu tipis ketika mobil sedan hitam mewah berhenti di depan mansion Gunadhya.

Namun bukan Satria yang turun dari kursi kemudi.

Driver kantor yang membuka pintu belakang untuk Kaluna.

“Selamat pagi Bu.”

Kaluna berhenti sepersekian detik sebelum melangkah keluar. Ia menoleh sekilas ke kursi depan mobil, kosong.

Tidak ada pria tampan dengan jas rapi yang biasanya sudah berdiri lebih dulu menunggunya.

Dada Kaluna terasa aneh.

Sejak mereka mulai b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
rianur378
seharian galau ya Lun🫣
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menantang Kasta   Ikut Membantu

    “Kalau untuk furniture resort…”Satria memunculkan beberapa file design ke layar.“…saya sudah siapkan workshop produksi yang bisa langsung ditinjau.”Dan beberapa wajah di layar seketika berubah ekspresi, termasuk Ryley. Meeting malam itu kembali dilakukan pukul delapan malam waktu Indonesia.Sementara di New York—matahari baru mulai naik.Ryley yang sejak tadi bersandar santai langsung mengernyit. “Workshop?”Satria mengangguk tenang. “Yes.”Kaluna sedang duduk di samping ranjang ikut menemani Satria melakukan meeting online, dia pun ikut melirik layar laptop.Dia langsung tahu kalau Ryley sedang bingung.Karena bahkan dirinya sendiri baru tahu kalau Satria ternyata bergerak secepat itu.Salah satu petinggi regional Asia akhirnya membuka suara. “You already have production access?”Satria mengangguk lagi. “We already produce custom tropical furniture locally.”Jawaban itu membuat beberapa peserta meeting mulai terlihat jauh lebih tertarik.Slide presentasi langsung be

  • Menantang Kasta   Dukungan Penuh

    “Aku berangkat dulu ya sayang.”Kaluna yang sedang duduk di meja makan langsung mendongak. “Hari ini ke workshop paman ya?”Satria mengangguk sambil meraih kunci mobil.“Iya.”Kaluna tersenyum kecil. “Kamu deg-degan, enggak?”“Sedikit.” Satria terkekeh pelan.Kaluna bangkit dari kursi sambil mengusap perutnya yang sudah sedikit buncit.Ia lalu menghampiri suaminya.Tangannya merapikan kerah jaket Satria dengan telaten.“Tenang aja.” Ia mendongak. “Aku yakin pamannya ibu pasti suka sama ide kamu.”Satria tersenyum tipis. “Mudah-mudahan.”Kaluna lalu menggenggam tangan pria itu dan meletakkannya di perutnya sendiri.“Baby juga doain ayah.”Dan seperti biasa—setiap mendengar itu—raut wajah Satria langsung melunak. Dadanya bergemuruh hebat dan semangatnya tiba-tiba membuncah.Cup.Pria itu mengecup kening Kaluna singkat sebelum akhirnya pergi. “Hati-hati di rumah ya sayang.”“Iya sayang.” Kaluna tidak mengantar Satria hingga teras, pagi ini dingin sekali sampai Kaluna meng

  • Menantang Kasta   Siapa Yang Siap?

    Satria benar-benar tenggelam dalam pekerjaannya.Setelah hari pertama—dia ikut Bapak keliling kebun dari pagi sampai menjelang magrib.Mengecek kualitas paprika.Mengecek lettuce.Mengecek tomat cherry.Mencatat suhu penyimpanan.Mempelajari pengemasan langsung dari petani.Hari kedua—dia pergi lagi.Kali ini sampai ke Ciwidey.Mencari stroberi kualitas premium.Hari ketiga—Satria sibuk di gudang.Menguji packaging.Menghitung ketahanan produk.Mencoba simulasi pengiriman.Dan setiap malam—pria itu kembali duduk di depan laptop sampai larut.Kaluna yang biasanya selalu ditemani jadi mulai merasa sepi.Bahkan kadang—Satria tertidur duluan di depan laptop sebelum sempat mengobrol dengannya.Namun Kaluna tidak marah.Dia hanya rindu.Siang itu—Kaluna sedang duduk sendirian di ruang tengah sambil mengupas jeruk ketika Ibu mendekat.“Bosen ya?”Kaluna mendongak lalu tersenyum kecil. “

  • Menantang Kasta   Yakin Akan Berhasil

    Kesibukan sudah terjadi sejak pagi bahkan sebelum matahari benar-benar muncul.Kabut Lembang masih turun tipis.Udara dingin menusuk sampai membuat ujung hidung Kaluna memerah.Tidak seperti di dalam kamar—suasana justru terasa hangat.Satria sedang memakai jaket hitam tebal sambil mengecek ulang daftar pengiriman di tabletnya.Beberapa nama sayur dan buah tersusun rapi lengkap dengan berat, suhu penyimpanan, dan estimasi shelf life.Kaluna bersandar di kepala ranjang sambil memperhatikan suaminya sejak tadi.Dan entah kenapa—semakin melihat Satria bekerja keras seperti itu, semakin besar rasa cintanya.“Sayang.”“Hm?” Satria masih fokus pada layar.Kaluna mengerucutkan bibir.“Kamu beberapa hari ini ganteng banget.”Satria langsung menoleh lalu terkekeh kecil.“Loh?”“Iya.” Kaluna mengangguk serius. “Aura suksesnya pekat banget.”Satria tertawa pelan, dia bangkit lalu menghampiri ranjang.Tangannya otom

  • Menantang Kasta   Tidak Pernah Sendirian

    Namun meski suasana meeting mulai berubah positif—Satria belum benar-benar bisa bernapas lega.Karena dia tahu—dunia bisnis sebesar Alterio Corp tidak mungkin mengambil keputusan hanya berdasarkan presentasi.Dan dugaan Satria ternyata benar.Salah satu pria berusia sekitar lima puluh tahunan yang sejak tadi lebih banyak diam akhirnya membuka suara. “We’re impressed.”Satria mengangguk sopan. “Thank you.”Pria itu melanjutkan sambil menyilangkan jemarinya di depan wajah.“But for this scale of partnership…” Ia menjeda. “…we need proof.”Kaluna menegakkan punggungnya.Sedangkan ekspresi Satria tetap tenang.Pria asing kembali bicara. “We need product samples.”Slide presentasi berhenti.Seluruh peserta meeting kini benar-benar fokus pada Satria.Direktur purchasing ikut menimpali.“Fresh produce samples, Packaging quality. Temperature resistance. Storage durability. And consistency.”Satria mendengarkan semuanya tanpa memotong sedikit pun.Lalu perlahan—pria itu mengangg

  • Menantang Kasta   Rezeki Anak

    Pagi itu—Satria terlihat jauh lebih sibuk dibanding biasanya.Laptop menyala sejak subuh.Tablet penuh catatan.Beberapa file proposal tercetak rapi di atas meja.Dan di sampingnya—ada secangkir kopi yang mulai dingin karena tidak disentuh sama sekali.Hari ini adalah hari penentuan.Hari di mana proposal bisnis yang dia buat selama berhari-hari akan dipresentasikan di hadapan pihak Alterio Corp regional Amerika dan Asia.Jika mereka setuju—maka hidupnya mungkin benar-benar akan berubah.Dan sekarang—untuk pertama kalinya setelah sekian lama—Satria kembali merasakan tekanan besar itu.Tekanan yang dulu biasa dia hadapi saat masih bekerja di AG Group.Bedanya dulu dia hanya mempertaruhkan karier.Sekarang dia mempertaruhkan masa depan istri dan anaknya.Menjelang malam—udara Lembang semakin dingin.Kabut mulai turun di luar jendela.Rumah sudah lebih sepi dari tadi siang.Ibu masuk kamar lebih cepat, katanya beliau akan membantu Satria melalui jalur langit.Bapak bahkan

  • Menantang Kasta   Paling Berbahaya

    Nightclub itu penuh.Lampu-lampu strobo memantul di dinding kaca, musik EDM menghentak hingga dada terasa bergetar. Para sosialita, pebisnis muda, selebriti, dan pewaris kaya memenuhi ruangan.Kaluna berdiri di tengah lobi VIP.“Siapkan meja,” katanya singkat pada Satria.Petu

  • Menantang Kasta   Tidak Pernah Sendiri

    Mobil mewah khusus operasional CEO AG Group meluncur halus meninggalkan gedung perusahaan.Sore Jakarta mulai meredup, cahaya keemasan berubah jingga di balik gedung-gedung tinggi.Kaluna bersandar di kursi belakang.Hari pertamanya berjalan baik.Terlalu baik.Ia baru saja membuktikan diri.

  • Menantang Kasta   Lebih Kuat

    Pagi itu, meja sarapan di mansion keluarga Gunadhya terasa sedikit berbeda.Biasanya santai tapi tidak seperti biasa, hari ini lebih khidmat.Kaluna turun mengenakan setelan blazer putih gading dengan rok span selutut. Rambutnya ditata rapi, makeup natural namun tegas. Elegan. Profesional. Tak te

  • Menantang Kasta   Tidak Dengan Pria Manapun

    Arshavina gelisah semalaman setelah sang suami memberitahu apa yang sesungguhnya terjadi dengan Kaluna, dia yakin kalau Kanaya-kakak kembar Kaluna belum tahu tentang ini.Jadi, keesokan harinya setelah sang suami tercinta pergi ke kantor.Ia duduk lama di paviliun sayap kanan Mansion dengan buku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status