Selamat membaca.“Lunae!”Suara Aelmon menembus cahaya seperti kilat membelah langit. Retakan di dunia emas itu melebar, dan dari celahnya muncul bayangan besar, mata Hijau menyala, tubuh setengah serigala, setengah manusia, dipenuhi luka yang belum sembuh sepenuhnya.Ia memaksakan diri masuk ke alam para dewa.“Berani sekali kau,” Helior berujar dingin. “Makhluk bulan menginjakkan kaki di istana matahari.”Aelmon mendarat di hadapan Elara, napasnya berat. Kulitnya berasap halus akibat tekanan cahaya ilahi. Namun ia tetap berdiri tegak di depanku, melindungiku.“Aku tidak peduli siapa kau,” geramnya. “Dia milikku.”Helior tertawa kecil, bukan geli, melainkan menghina. “Kepemilikan? Cinta bukan naluri kawin, Alpha.”Elara menatap keduanya, jantungnya berdebar tak karuan. Cahaya di tubuhnya berdenyut mengikuti emosi mereka. Jika amarah meningkat, dunia ini ikut bergetar.“Aku bukan benda!” serunya pada akhirnya. “Berhenti memperebutkanku seperti wilayah perang!”Sunyi sejenak.Aelmon me
최신 업데이트 : 2026-04-08 더 보기