Selamat membaca.Sunyi. Bukan sunyi biasa, ini kekosongan yang menelan suara, waktu, bahkan rasa arah.Elara berdiri di tengah dimensi itu. Tidak ada langit dan tanah, hanya ruang luas tanpa batas, berkilau samar seperti pecahan realitas yang melayang.Dan di depannya, dua kekuatan yang tidak seharusnya berada di tempat yang sama. Aurelion dan Kaelum.Cahaya dan bayangan berdiri berhadapan, menciptakan garis pemisah yang jelas di antara mereka.Dan Elara tepat di tengahnya. “Jadi ini wadah yang kau ciptakan,” gumam Kaelum, matanya menyapu ruang kosong itu. “Menarik. Rapuh, tapi cukup untuk menahan kami.”Aurelion tidak menoleh. “Jangan meremehkannya.”Elara menarik napas perlahan, tubuhnya terasa berbeda di sini, lebih ringan tapi juga lebih rentan.Seolah kekuatan di dalam dirinya tidak hanya miliknya lagi, melainkan bagian dari tempat ini.“Apa yang harus aku lakukan," bisik Elara pelan. Namun jawabannya datang bukan dari suara, melainkan dari dalam dirinya sendiri.Seimbangkan.C
Last Updated : 2026-04-12 Read more