Sinar matahari pagi menyusup malu-malu melalui celah jendela dapur, membawa aroma kopi dan singkong rebus yang mengepul hangat. Aku duduk di meja makan, jemariku melingkari gelas teh yang panas sambil mencoba mengusir sisa-sisa kegelisahan tadi malam.Rasa aman yang aneh itu masih ada, menetap layaknya sebuah selimut yang menghangatkan tubuhku.Di depanku, nenek sedang mengupas singkong dengan santai. Beliau tampak sangat tenang, seolah obrolan tentang klaim halus dan aura Alpha tadi malam hanyalah dongeng pengantar tidur. Namun, aku tahu ada yang berbeda."Nek," panggilku.Nenek mendongak, memberikan senyum tipis yang menenangkan. "Ya, Fay? Sarapan dulu, jangan melamun terus. Ingat, ada nyawa kecil di perutmu yang butuh asupan."Aku mengangguk pelan sembari tersenyum ke arah nenek. Beberapa detik setelahnya, saat beliau masih sibuk bergelut dengan kesibukannya, diam-diam aku menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan keberanian untuk bertanya."Nek, tentang semalam ... kenapa nene
最後更新 : 2026-04-11 閱讀更多