Malam merayap pelan, menelan sisa-sisa kegelisahan yang sejak tadi memenuhi rumah ini. Aku tidak tahu sejak kapan tubuhku menyerah pada penat. Yang kuingat hanya duduk di samping ranjang, menggenggam tangan Aaron tanpa henti, seolah jika aku melepaskannya sedikit saja, dia akan benar-benar pergi.Kepalaku sempat terkulai, tertarik oleh rasa lelah yang membelenggu begitu kuat. Namun, di tengah keheningan yang terlampau sunyi ini, aku merasakannya, sebuah getaran kecil, dan ... hangat.Genggaman di tanganku bergerak.Jemari Aaron yang semula dingin dan lemas, kini perlahan mengencang. Ada tekanan halus di sana, sebuah usaha untuk membalas sentuhanku. Jantungku serasa melompat keluar.Aku tersentak, dan seketika mataku terbuka.“A-Aaron?” bisikku, suaraku parau dan tergagap-gagap.Aku menunduk cepat, ingin memastikan ini bukan sekadar halusinasi akibat kurang tidur. Aku menahan napas, menatap tangannya seolah takut jika aku berkedip, semuanya akan menghilang dan kembali menjadi sunyi.Ti
最後更新 : 2026-04-24 閱讀更多