Keheningan di dalam kamar ini terasa jauh lebih berat daripada teriakan kesakitan Aaron tadi. Aku masih terpaku di sisi ranjang, jemariku masih gemetar saat menyentuh seprai yang ternoda darah. Kata-kata nenek tentang musuh yang mengincar sesuatu di dalam diriku terus berputar di kepala, menciptakan ketakutan yang perlahan mencekik napasku semakin erat."Nek, tolong jangan diam saja," desakku pelan.Terdengar nenek menarik napas berat, sebuah desahan yang sarat akan beban yang tidak bisa ia jelaskan dengan mudah."Kamu harus bersiap, Fay. Detik ini juga, semuanya akan berubah."Aku mendongak, menatap punggung nenek yang tampak sedikit membungkuk, seolah usia beliau mendadak bertambah sepuluh tahun hanya dalam beberapa menit."Apa maksud nenek? Berubah gimana?" tanyaku, merasakan firasat yang tidak enak dari nada bicara beliau. "Jangan buat aku nebak-nebak sendiri, Nek," tambahku, hampir memohon."Darahmu—" Nenek terhenti sesaat. Beliau tampak sangat gugup. Matanya bergerak gelisah,
最後更新 : 2026-04-23 閱讀更多