Pagi tadi seharusnya berjalan biasa. Aku bangun, meregangkan otot, membantu nenek di dapur, lalu bersiap menjalani hari tanpa memikirkan apa pun yang aneh. Namun sejak membuka mata, ada perasaan ganjil yang tidak bisa kujelaskan. Seperti sisa mimpi buruk yang enggan pergi meski aku sudah sepenuhnya terjaga.Nenek bergerak di depanku dengan langkah pelan, tangannya cekatan meski usianya sudah tidak muda lagi. Aroma masakan memenuhi dapur, membuat suasana tampak hangat dan akrab. Jika tidak memperhatikan detak jantungku sendiri, aku mungkin akan percaya semuanya baik-baik saja.“Nek,” panggilku lirih, mencoba memecah keheningan, “bulan merah itu muncul lagi malam ini, ya?”Gerakan pisau di atas talenan itu mendadak berhenti.Ia tidak langsung menoleh, tetapi aku melihat punggungnya menegang. Hanya sesaat, namun cukup untuk membuat dadaku ikut terasa berat.“Kalau memang muncul,” jawabnya singkat, “kamu tetap di rumah.”Aku menghela napas kecil. “Itu lagi.”Nenek akhirnya menatapku. Sor
最後更新 : 2026-05-11 閱讀更多