Home / Fantasi / Anak Rahasia Sang Alpha / 41. Bayangan di Balik Takhta

Share

41. Bayangan di Balik Takhta

Author: malapalas
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-23 20:02:54

Kabut tipis menggantung di udara malam, menyelimuti bangunan batu tua yang berdiri jauh dari pusat wilayah klan. Tempat itu tidak tercatat di peta mana pun. Tidak ada penjaga yang terlihat, tidak ada simbol yang menandakan kekuasaan, namun aura yang menyelimutinya cukup untuk membuat siapa pun berlutut tanpa diperintah.

Pintu kayu besar terbuka tanpa suara.

Pria bermantel hitam itu melangkah masuk dengan tenang, seolah ia adalah bagian dari bayangan itu sendiri. Langkahnya ringan, nyaris tak te
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Anak Rahasia Sang Alpha   259. Masa Lalu yang Terkubur

    “Aku nggak cemburu,” gumam Fay, menyuarakan pembelaan terakhirnya yang terdengar rapuh.“Fay,” panggil Aaron pelan.Lengan kokohnya yang melingkar di pinggang Fay sedikit mengetat, seolah menuntut kejujuran tanpa perlu ada dusta di antara mereka.Fay meremas pelan kemeja Aaron, menyalurkan rasa sesak yang mulai membelit. “Aku cuma nggak suka dia.”“Kenapa?” tanya Aaron. Pria itu sedikit memiringkan kepala, berusaha menangkap ekspresi Fay yang mulai meredup.“Karena dia juga nggak suka aku.”Aaron terdiam. Sorot matanya melembut, dipenuhi rasa bersalah yang mendalam saat menyadari ada luka tersembunyi di balik kemarahan wanitanya.Fay melanjutkan dengan wajah semakin murung. Ia menatap lurus pada kancing kemeja Aaron dengan tatapan terluka.“Dia datang ke kamar Arsen, mengancam mau mengambilnya, menyebut darah anak kita sebagai masalah, lalu bicara kepadamu seolah aku ini nggak ada.”Aaron mendengarkan tanpa menyela, membiarkan perempuan itu menumpahkan seluruh unek-uneknya.“Aku tahu

  • Anak Rahasia Sang Alpha   258. Kecemburuan Sang Luna

    Aaron mengernyit. “Fay?”Nada suaranya begitu tenang dan sabar.“Kenapa harus menikah denganku?” tanya Fay tiba-tiba, terdengar tajam dan menusuk.Alis Aaron bertaut bingung. Ia benar-benar tidak mengerti arah pembicaraan itu.“Karena aku mencintaimu.”Fay menepis tangan Aaron dari dagunya, berusaha tak terpengaruh akan jawaban pria itu.“Harusnya kamu nikahi Lira saja,” sahutnya dengan bibir cemberut.​Aaron tercengang sesaat. Lira?Kali ini ia benar-benar tidak menyangka nama itu akan muncul.Fay sendiri merasa dadanya semakin panas setelah mengucapkannya. Ia tahu dirinya terdengar kekanak-kanakan. Namun, setiap kali mengingat cara wanita itu berbicara kepada Aaron, bagaimana ia menyebut nama Aaron dengan begitu lembut, dan bagaimana ia mengungkit bahwa Aaron pernah melindunginya, hatinya terasa sakit.Yang paling membuatnya kesal adalah Aaron tidak menjelaskan siapa wanita itu.Dan semakin Aaron diam, semakin banyak hal yang berputar di kepala Fay.“Kenapa diam?” tanya Fay ketus.I

  • Anak Rahasia Sang Alpha   257. Kejutan Sang Alpha

    Sepulang dari kantor, Aaron tidak langsung menuju kamar. Begitu memasuki mansion, pria itu justru berbelok menuju rumah kaca. Sejak mengetahui tempat itu menjadi salah satu tempat favorit Fay, Aaron tidak pernah menyesal telah membangunnya. Bahkan calon ibu mertuanya, juga terlihat semakin menyukai bangunan beratap kaca itu. Ketika pintu rumah kaca dibuka, aroma bunga langsung menyambutnya. Cahaya sore menembus atap kaca dan jatuh di antara deretan tanaman yang tertata rapi. Aaron melangkah masuk. Namun, baru beberapa langkah, ia berhenti. Di salah satu sudut ruangan, Fay sedang duduk di kursi santai sambil menggendong Arsen. Di sampingnya, Elena duduk dengan secangkir teh di tangan. Sepiring kue berada di atas meja kecil di antara mereka. Keduanya tampak sedang bercanda. Sesekali terdengar tawa ringan Fay, disusul senyum Elena ketika melihat cucunya yang menggeliat kecil dalam pelukan ibunya. Mereka begitu menikmati suasana hingga sama sekali tidak menyadari kehadiran Aaron. Pr

  • Anak Rahasia Sang Alpha   256. Strategi Sang Alpha

    Adrian dan Lucien berdiri kaku di tempatnya. Keduanya tahu hubungan Aaron dan Fay bukan lagi sekadar hubungan antara seorang Alpha dan pasangannya.Fay telah menjadi bagian terpenting dalam hidup Aaron. Namun, mengadakan pernikahan besar dalam keadaan seperti sekarang berarti membuka seluruh kehidupan mereka kepada lebih banyak orang."Tuan." Adrian akhirnya bersuara. "Anda serius?"Aaron menatapnya datar. "Ya."Ia justru tampak sudah memikirkan hal tersebut.“Aku ingin semuanya disiapkan dengan sempurna,” ucapnya tenang.Adrian perlahan mengambil buku catatannya. “Seberapa besar pesta yang Anda inginkan, Tuan?”“Sebesar mungkin.” Tidak ada keraguan dalam jawabannya. “Aku ingin pesta yang layak untuk seorang Luna.”Adrian menghentikan gerakan tangannya. Sementara Aaron yang duduk di kursi terlihat begitu santai.“Fay nggak akan mendapatkan pesta kecil yang hanya dihadiri beberapa orang. Aku ingin semua orang tahu kedudukannya.”Tatapannya berubah lebih serius.“Dia adalah pasanganku.

  • Anak Rahasia Sang Alpha   255. Titah Tanpa Ragu

    Sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan gedung utama perusahaan.Aaron turun dengan langkah tenang, mengenakan setelan hitam yang rapi tanpa sedikit pun kerutan. Wajahnya tetap datar seperti biasa, sementara Lucien turun beberapa detik kemudian dan langsung berjalan di belakangnya.Aaron tidak mengatakan apa-apa. Pria itu hanya berjalan menuju pintu utama. Begitu ia melangkah masuk, seketika itu juga suasana berubah.Udara seolah membeku. Percakapan terhenti tepat di tengah kalimat, dan kesibukan pagi terserap ke dalam keheningan yang mendadak.Seluruh karyawan yang berada di lantai bawah, terutama para staf wanita, menghentikan aktivitas mereka secara serentak.Tatapan mereka langsung tertuju kepada satu orang yang baru saja memasuki gedung.Aaron.Tidak ada yang benar-benar terkejut melihatnya berada di sana. Bagaimanapun, dia adalah CEO mereka. Namun, setiap kali Aaron muncul, reaksi yang sama selalu saja terjadi.Mereka tetap sulit mengalihkan pandangan.Wajah tampan itu seolah

  • Anak Rahasia Sang Alpha   254. Langkah Sang Alpha

    Begitu pintu kembali tertutup, seluruh kekuatanku mendadak menguap. Lututku lemas dan tubuhku meluncur turun. Sebelum aku menyentuh lantai, tangan kekar Aaron menangkap pinggangku, menahan tubuhku dengan cekatan.“Kamu terluka, Fay? Katakan padaku, mana yang sakit?”Aku menggelengkan kepala cepat, mencoba menahan air mata yang mendadak menetes di pipi.“Aku nggak apa-apa, tapi dia hampir saja—”“Aku tahu,” potong Aaron pelan, menyapukan ibu jarinya untuk menghapus air mataku. “Aku berjanji, hal seperti ini nggak akan terulang lagi.”Aku mendekap Arsen lebih erat ke dadaku. Tubuh kecil itu terasa hangat dan bernapas dengan teratur, pertanda dia baik-baik saja.Namun, kata-kata Lira terus menggema dan menancap dalam di kepalaku bagai taring yang beracun.“Serahkan anak itu dengan sukarela, atau Dewan Klan akan turun tangan mengambilnya.”Aku memejamkan mata erat-erat dengan dada yang sesak.“Nggak, Aaron ... nggak,” bisikku histeris. “Aku nggak akan pernah menyerahkan Arsen pada monster

  • Anak Rahasia Sang Alpha   33. Ikatan yang Memanggil

    Aaron berlari menembus lebatnya hutan tanpa sekali pun menoleh ke belakang. Paru-parunya terasa terbakar, namun ia tidak peduli. Udara dingin menerpa wajahnya, sementara aroma darah semakin kuat setiap kali ia mendekati perbatasan utara. Dalam hitungan menit pepohonan mulai menipis, memperlihatkan

  • Anak Rahasia Sang Alpha   25. Istirahatlah, Bunga Hujanku

    Suara jangkrik di luar jendela perlahan memudar, tenggelam oleh keheningan yang terasa berat namun familier bagiku. Aku berada di antara sadar dan tidak. Tubuhku terasa sangat ringan, seolah-olah aku sedang mengapung di atas awan, namun di saat yang sama, rasa lelah yang luar biasa menahan kelopak

  • Anak Rahasia Sang Alpha   22. Malam Pertama Bulan Merah

    ​Aku sudah menyadarinya bahkan sebelum langit berubah warna. Ada sesuatu yang salah dengan malam ini. Udara terasa menipis, seolah oksigen ditarik paksa dari paru-paruku.​Kulitku mulai mengeluarkan hawa panas yang tidak wajar. Ini bukan demam biasa, melainkan sengatan yang merayap dari dalam sumsu

  • Anak Rahasia Sang Alpha   21. Penyeimbang Batin

    Sinar matahari pagi menyusup malu-malu melalui celah jendela dapur, membawa aroma kopi dan singkong rebus yang mengepul hangat. Aku duduk di meja makan, jemariku melingkari gelas teh yang panas sambil mencoba mengusir sisa-sisa kegelisahan tadi malam.Rasa aman yang aneh itu masih ada, menetap laya

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status