Início / Fantasi / Anak Rahasia Sang Alpha / 50. Saat Kawanan Datang

Compartilhar

50. Saat Kawanan Datang

Autor: malapalas
last update Data de publicação: 2026-04-28 21:01:52

Lolongan itu terdengar lagi, kali ini jauh lebih dekat hingga getarannya seolah merambat di kaca jendela kamar. Bahkan geraman mereka menggelegar seperti guntur. Refleks aku turun dari ranjang dengan tergesa sebelum Aaron mencoba menghalangiku.

Kakiku terasa dingin saat bersentuhan dengan lantai, namun aku tetap melangkah keluar kamar dengan napas tertahan.

Dari balik jendela, aku melihat nenek sudah berdiri di halaman rumah sambil memegang tongkat kayunya. Cahaya abu-abu fajar menyinari punggu
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Anak Rahasia Sang Alpha   290. Panggilan Pertama

    Dengan Arsen dalam gendongannya, Aaron meninggalkan kamar dan berjalan menuju rumah kaca.Ia sudah menduga Fay berada di sana. Sejak beberapa waktu terakhir, rumah kaca menjadi salah satu tempat yang paling sering dikunjungi istrinya. Di antara tanaman dan bunga yang dirawat dengan penuh perhatian, Fay bisa menghabiskan waktu tanpa harus menghadapi terlalu banyak pertanyaan dari orang-orang di sekitarnya.Ketika Aaron tiba di depan rumah kaca, dugaannya terbukti benar.Fay berada di dalam, berdiri di dekat salah satu rangkaian tanaman berbunga. Cahaya matahari yang menembus kubah kaca menyinari wajahnya, tetapi tidak mampu mengusir kesedihan yang masih membayang di sana.Tatapannya kosong.Tangannya terulur menyentuh sehelai daun, tetapi gerakannya terhenti begitu saja. Ia seolah sedang berada di tempat itu secara fisik, sementara pikirannya entah melayang ke mana.Langkah Aaron melambat. Senyum yang sejak tadi menghiasi wajahnya perlahan memudar.Pemandangan itu bukan sesuatu yang ba

  • Anak Rahasia Sang Alpha   289. Sisa Kepercayaan

    Dua bulan setelah acara pesta pernikahan Aaron dan Fay, semuanya berjalan seperti yang dikehendaki. Sejak mendapat peringatan dari Edward, sampai detik ini Tetua Marcus tidak berani bergerak. Ia tidak melakukan apa pun, setidaknya untuk saat ini. Marcus memilih bermain aman sambil menunggu kesempatan yang tepat untuk melanjutkan rencananya.Sementara itu, di kediaman pribadi Aaron, suasana justru semakin diliputi ketegangan dan kesedihan.Tim pencari yang dipimpin langsung oleh Aldrick, Sang Beta, belum berhasil menemukan keberadaan Hendra. Pria itu seolah menghilang ditelan bumi setelah melarikan diri dari hotel.Aldrick berdiri di hadapan Aaron dengan sikap tenang. Sebagai Beta, ia memahami bahwa kegagalan menemukan Hendra bukan sekadar masalah kehilangan jejak seorang buronan. Ada kemungkinan pria itu telah mempersiapkan pelariannya jauh sebelum insiden di hotel terjadi.“Tuan, kami telah memeriksa seluruh jalur yang memungkinkan Hendra melarikan diri, termasuk meminta keterangan d

  • Anak Rahasia Sang Alpha   288. Di Bawah Pengawasan Sang Alpha.

    Fay menatap Aaron dengan pandangan kabur oleh air mata. Untuk sesaat, ia seolah ingin mempercayai bahwa jawaban suaminya sudah cukup untuk menjelaskan semuanya. Namun, ketika pikirannya kembali pada belati yang nyaris mengenai kepalanya, rasa sakit itu kembali muncul.Fay perlahan melepaskan pelukannya.Ia menggeleng sambil menyeka air mata dengan punggung tangannya.“Nggak, Aaron. Aku nggak bisa menerima alasan seperti itu.”Aaron membiarkan kedua tangannya turun, tetapi ia tetap berdiri dekat dengan istrinya. “Aku tahu kamu sedang terluka, Fay.”“Bukan hanya karena aku terluka!” Fay menatapnya dengan mata merah. “Aku nggak peduli apa pun yang sedang Ayah hadapi. Kalau dia memiliki masalah, dia bisa membicarakannya dengan kami. Kalau ada sesuatu yang membuatnya marah, dia bisa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.”Suaranya bergetar, tetapi kali ini ada ketegasan yang mulai muncul di antara kesedihannya.“Dia nggak harus menyerang Arsen. Dia nggak harus melemparkan belati ke arahku

  • Anak Rahasia Sang Alpha   287. Luka di Balik Kasih Sayang

    Begitu merasakan kehangatan tubuh Aaron, seluruh pertahanan yang sejak tadi menahannya seketika runtuh.Tangis Fay pecah.Bukan lagi isakan tertahan, melainkan tangisan keras yang keluar bersama seluruh ketakutan, kebingungan, dan kepedihan yang tidak sanggup ditanggungnya seorang diri.“Aaron....”Ia memanggil suaminya lagi, tetapi suaranya terputus oleh isakan.Aaron segera merengkuhnya lebih erat. Satu tangannya menopang punggung Fay, sementara tangan lainnya membelai rambutnya dengan gerakan perlahan.“Tenanglah, aku sudah di sini.” Suara Aaron terdengar rendah dan lembut, jauh berbeda dari nada dingin yang digunakannya saat memberikan perintah kepada para prajurit. “Kamu nggak sendirian, Sayang.”Namun, kalimat itu justru membuat tangis Fay semakin keras.“Aku nggak ngerti, Aaron. Aku benar-benar nggak ngerti!” Fay menggeleng berkali-kali di dada suaminya. “Ayah ... kenapa Ayah melakukan itu kepada kami? Kenapa?”Aaron tidak menyela.Ia membiarkan istrinya mengeluarkan seluruh pe

  • Anak Rahasia Sang Alpha   286. Risiko Sebuah Perhitungan

    Lucien dan beberapa prajurit pilihan telah menunggu di dekat tangga lantai atas, sementara beberapa prajurit lainnya tetap berjaga di depan pintu kamar utama.Begitu Aaron menapakkan kaki di anak tangga paling atas, Lucien segera melangkah maju untuk menyambut Sang Alpha. Para prajurit yang berada di dekat tangga serentak menegakkan tubuh dan menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan.“Tuan.”Aaron tidak memperlambat langkahnya. Wajahnya tampak tenang, tetapi sorot mata hitamnya menyimpan ketegangan yang sulit disembunyikan. Sejak menerima isyarat Edward di aula, pikirannya terus tertuju pada Fay dan Arsen, disertai kekhawatiran tentang apa yang mungkin telah terjadi pada mereka.“Jelaskan apa yang terjadi,” perintahnya singkat.Lucien segera berjalan di sampingnya, mengikuti langkah panjang Sang Alpha menuju kamar utama.“Hendra menyerang Tuan Muda Arsen menggunakan belati perak yang memiliki ukiran simbol kuno. Namun, sebelum senjata itu sempat mengenai tubuh Tuan Muda, auranya

  • Anak Rahasia Sang Alpha   285. Kendali Sang Investor

    Edward tidak membuang waktu dan sengaja berjalan langsung ke arah kerumunan para tetua dan Dewan Klan.Beberapa dari mereka segera bangkit untuk menyambutnya."Tuan Johnson, sungguh suatu kehormatan bertemu dengan Anda secara langsung," ujar salah satu anggota Dewan sambil mengulurkan tangan. "Kami telah mendengar banyak hal mengenai kerja sama Anda dengan perusahaan kami."Edward menjabat tangannya dengan ramah. "Saya senang kerja sama tersebut memberikan hasil yang baik bagi semua pihak.""Tanpa dukungan Anda, pengembangan Proyek Utara tentu akan menghadapi lebih banyak hambatan," sahut anggota Dewan lainnya. "Kami sangat menghargai kepercayaan yang Anda berikan kepada Aaron.""Kepercayaan harus dibangun melalui hasil," jawab Edward tenang. "Dan sejauh ini, Aaron telah menunjukkan bahwa ia mampu memenuhi komitmennya."Jawaban itu membuat beberapa anggota Dewan mengangguk puas.Para anggota dewan yang tergiur akan kekuasaan finansial tampak sangat antusias, berulang kali mengucapkan

  • Anak Rahasia Sang Alpha   1. Malam yang Seharusnya Tidak Terjadi

    “Hanya menemani beliau sebentar saja, Fay. Lalu kamu bisa pulang. Apa susahnya?”Aku menghela napas pelan mendengar rentetan kalimat dari Bu Sarah, sekretaris senior sekaligus atasanku. Beliau terdengar terburu-buru dan penuh desakan saat memintaku pergi ke ruangan pimpinan perusahaan malam-malam b

  • Anak Rahasia Sang Alpha   85. Jawaban yang Tidak Datang

    Aaron tidak menjawab pertanyaanku. Ia hanya diam. Dan itu membuatku sangat takut.Bahwa apa yang aku rasakan ... tidak sama dengan apa yang ia rasakan.Dadaku perlahan terasa sesak. Jantungku berdegup tidak karuan saat aku menatap wajahnya, berharap pria itu mengatakan sesuatu, apa saja, untuk mene

  • Anak Rahasia Sang Alpha   58. Api yang Dibawa Pulang

    Jessi keluar dari dalam lift dengan langkah tergesa-gesa, hampir tersandung karena pandangannya yang mengabur. Napasnya terengah-engah dan kacau, sementara sebelah tangannya masih menekan sisi wajah yang terus mengalirkan darah segar. Namun, rasa perih yang menjalar di kulitnya sama sekali tidak se

  • Anak Rahasia Sang Alpha   2. Benih sang Alpha

    ​“A-apa maksud—ah!”​Sentuhan Pak Aaron membuatku terkesiap. Sepasang mataku terpejam merasakan tangan Pak Aaron yang kokoh melingkar di pinggangku, menarikku hingga tidak ada lagi celah yang tersisa di antara kami.​Aroma hutan setelah hujan dan maskulin yang menguar dari kulitnya memenuhi indra p

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status