"Kamu serius, Lan, mengundurkan diri?" tanya Lily tak percaya melalui layar ponsel. "Tega ya kamu, sudah menikah tidak mengundang kami, tahu-tahu langsung berhenti kerja. Padahal pasar saham sedang ramai-ramainya. Tadi ada dua klien yang memintamu, karena kamu keluar, satu terpaksa aku yang pegang. Jujur aku cemburu, klien itu memujimu terus. Untung kamu sahabatku," decak Rosse. "Serius, Ly. Keputusanku sudah bulat. Maaf ya, Rosse, bukannya mau pamer, tapi suamiku jauh lebih posesif daripada pergerakan saham paling liar sekalipun. Dia ingin aku fokus di rumah, jadi nikmati saja klien-klien itu untuk kalian." "Ya sudah, mau bagaimana lagi, kita harus menghargai pilihan Lana. Omong-omong, kalau nanti hamil, segera sahkan di KUA supaya statusmu makin legal sebagai istri sah. Kapan-kapan kita bertemu, yuk, makan bareng di mana gitu," cetus Prilly menengahi; ia memang selalu dewasa dalam menyikapi masalah. "Doakan saj
Read more