"Tapi, Rey?" ucap Kimmy berharap Reyner dilembutkan hatinya, namun pria itu membuang muka tak perduli.Pada akhirnya, Kimmy menandatangani surat itu dengan terpaksa. Goresan penanya tampak kasar, mencerminkan kemarahan dan protes yang tertahan karena ia benar-benar tak punya pilihan lain saat ini."Bagus, Kim. Sekarang aku antar kamu pulang. Besok kita menikah, jadi jangan sampai terlambat datang," ujar Reyner sambil mengambil kembali dokumen tersebut."Kamu tidak menjemputku?" tanya Kimmy dengan nada tidak percaya."Kamu bisa datang bersama Garry," jawab Reyner tanpa menoleh."Ah, dia... tapi kan calon suamiku itu kamu, Rey?""Kamu sudah lupa apa isi perjanjian yang baru saja kamu tandatangani?" Reyner mengingatkan kembali.Kimmy mendengus, lalu melirik layar ponselnya. "Baiklah! Ini ada pesan dari Garry. Dia ingin menemuimu dan sekarang sudah ada di apartemenku."Dahi Reyner berkerut dalam. "Dia ma
Baca selengkapnya