Di dalam mobil. Suasana sebenarnya tenang.Terlalu tenang. Dan itu justru membuat Pak Ahmad waspada. Karena selama mengenal Risa, kalau anak itu diam terlalu lama, biasanya sedang merencanakan sesuatu.Dan benar saja. Risa duduk di kursi belakang sambil memeluk boneka kelincinya.Wajahnya serius.Sangat serius.Seperti direktur perusahaan yang sedang menghadapi krisis nasional.Tiga menit.Lima menit.Tujuh menit.Lalu tiba-tiba—"Pak Ahmad.""Iya, Non?""Ada keadaan darurat."Pak Ahmad langsung melirik lewat kaca spion."Tumben."Risa mengangguk berat."Sangat darurat."Tari yang duduk di samping ikut menoleh."Darurat apa?"Risa menarik napas panjang.Lalu berkata dengan suara penuh beban."Mama diusir."Pak Ahmad langsung terdiam."Lalu Papa hilang."Tari menahan senyum."Lalu Eyang marah."Pak Ahmad mengangguk pelan."Lalu Papa bohong.""Masih marah ya?"tanya Tari."Masih."jawab Risa cepat."Lalu kenapa wajahnya sedih?"Risa menghela napas."Karena ini lebih besar dari kemarahan
Last Updated : 2026-06-06 Read more