Suasana di lantai bawah masih mencekam. Napas Gina tersengal, wajahnya merah padam antara malu dan murka karena dihardik di depan asisten rumah tangga yang mulai berbisik-bisik di balik pilar. Aster tidak membuang waktu. Ia merogoh ponsel dari saku celananya, menekan satu tombol panggilan cepat. "Raka, bawa tiga orang ke ruang tamu sekarang. Ada sampah yang perlu dibersihkan," ucap Aster datar, matanya tak lepas dari Gina yang mulai gemetar. "Aster! Kamu benar-benar keterlaluan! Kamu mau mengusir tante, mama kandung dari mendiang istrimu sendiri?!" teriak Gina, suaranya melengking tinggi, mencoba mencari sisa harga diri. Tak butuh waktu lama, Raka—kepala keamanan rumah Aster—muncul bersama dua pria berbadan tegap dengan seragam hitam. Mereka berdiri sigap di belakang Aster, menunggu perintah. "Silakan, Tante. Keluar dengan kaki sendiri, atau mereka yang akan membantu Tante mengangkat kaki," ujar Aster dingin. Gina melotot, tas branded-nya ia cengkeram kuat. "Kamu akan meny
Dernière mise à jour : 2026-04-01 Read More