David menyeka sudut bibirnya dengan tisu setelah selesai melahap hamburger. Matanya menatap Aksara yang tak kunjung menghabiskan hamburgernya.Melihat sang Dokter terus menunduk, David berdehem pelan. Ia tidak ingin Aksara mengabaikan kesehatannya karena terjebak rasa bersalah."Dokter, hamburger Anda bisa dingin kalau tidak segera dimakan. Di luar cukup dingin, tubuh Anda butuh kalori yang cukup setelah hangover semalam."Aksara mendongak, menatap mata David."Ah ... iya, Vid."Sembari menunggu Aksara mengunyah, David mengulurkan tangan kanannya ke arah kantong obat."Boleh saya minta obatnya, Dokter?"Aksara mengeluarkan antibiotik dan pereda nyeri, lalu menyerahkannya kepada David bersama dengan segelas teh oolong hangat yang belum ia sentuh. Dengan cekatan, David meminum obat tersebut dalam sekali teguk, seolah menelan pil pahit adalah hal paling biasa dalam hidupnya.Setelah Aksara menghabiskan hamburgernya, meneguk teh oolong-nya sedikit, ia menumpukan kedua tangan di atas meja.
اقرأ المزيد