“Satta, sebaiknya kau cepat buang makanan ini ke belakang gudang, sebelum Permaisuri tahu.“Satta, seorang putri dari salah satu pelayan di istana Alderaan mengerutkan dahi. “Bagaimana Kalau besok pagi saja, Bu. Ini sudah larut malam, aku takut kalau harus ke belakang sendirian. Apalagi gudang yang di sudut itu sudah ditumbuhi rumput. Takut jika ada binatang buas.”Maria, ibu kandung Satta itu menggeleng. “Tidak ada tawar menawar, sebaiknya kau segera buang sekarang, Satta. Kalau sampai Permaisuri sampai tahu kau yang telah membuat makanannya ini hangus, kau bisa dihukum!”Dengan napas berat, akhirnya Satta berjalan menuju belakang gudang yang memang sudah begitu lama tidak terjamah. “Ya Tuhan, semoga tidak ada binatang buas di sana,” ucapnya sambil mengaitkan kedua telapak tangannya di depan wajah sebelum melangkah pergi. Langkah kaki Satta terasa berat menapaki rerumputan tinggi yang bercokol di antara celah-celah batu lantai belakang istana. Udara malam yang dingin menusuk kulit,
Last Updated : 2026-03-17 Read more