ホーム / Urban / Pusaka Warisan Semut Rangrang / Bab 174: Guncangan Manis di Ayunan Bambu

共有

Bab 174: Guncangan Manis di Ayunan Bambu

作者: Ibrahiman
last update 公開日: 2026-06-22 18:23:16

Guncangan Manis di Ayunan Bambu

Madun bener-bener cuma mau membersihkan sisa cipratan air ini sambil mengajak kamu duduk santai di atas ayunan bambu teras biar kaki kita bisa istirahat fajar ini tanpa perlu dikotori hawa nafsu birahi liar setelan pabrik, cyiiinnn!" seru Madun bernapas lega sedalam-dalamnya sambil menuntun lengan halus Catherine menuju sudut halaman, meresapi kembali getaran asmara suci yang murni, adem, dan tulus setelah kepalanya sempat pening memikirkan rupa-rupa gangguan gai
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 184: Ngidam Berat ke Puncak Rinjani

    Setelah Madun mendengar permintaan aneh dari calon ibu bayi kelurahan subuh ini, Madun menjadi kaget. Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas and hidung mancung langsung menegakkan punggung tegapnya yang kekar sekuat tiang beton pasar demi mencerna keinginan sang kekasih bule yang ingin mendaki Gunung Rinjani saat berbadan dua.​Madun langsung memajukan langkah tegapnya untuk mengambil segelas air hangat, membiarkan tubuh sawo matangnya yang tinggi tegap dengan susunan otot perut kotak-kotak penuh urat jantan sejati nampak sangat gagah memancarkan pesona kuli panggul pasar tiga ton yang selalu siap menjadi benteng pelindung bidadari barat. Sambil melipat kedua tangan kekarnya secara interaktif di depan dada setelah memberikan gelas, Madun menatap lembut ke arah kekasih bulenya yang nampak merengek manja. "Nah, kalau air hangatnya sudah diminum and pikiran kamu sudah agak tenang begini kan hati jantan Mas Madun bisa fokus memikirkan tabungan modal ruko kelontong kita nanti

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 183: Pukulan Jantan Membelah Gaib

    ​ ​Madun langsung memajukan langkah jantannya untuk mengayunkan satu jotosan mentah bertenaga pasak bumi tepat ke arah pusaran angin gaib di depan pintu lemari, membiarkan tubuh sawo matangnya yang tinggi tegap dengan susunan otot perut kotak-kotak penuh urat jantan sejati nampak sangat gagah memancarkan pesona kuli panggul pasar tiga ton yang selalu siap menjadi benteng pelindung bidadari barat. Sambil melipat kedua tangan kekarnya secara interaktif setelah kepulan asap hitam hantu itu pecah berantakan terkena benturan fisiknya, Madun menatap tajam ke sekeliling sudut ruangan yang mulai kembali normal. "Nah, kalau makhluk halusnya sudah kocar-kacir terkena hantaman jotosan kelontong begini kan hati jantan Mas Madun bisa fokus memikirkan modal ruko kelontong kita nanti, tanpa perlu tegang ketakutan digerebek satpol pp akibat hasrat lubang rahim menantang maut siang ini!" ​Tiba-tiba, akibat gelombang tekanan udara dari pukulan jantan Madun yang sangat dahsyat, Catherine yang berdiri

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 182: Teror Bayangan Merah di Langit Kamar

    ​Mendekap Catherine erat-erat, meresapi kembali getaran hawa mistis yang mendadak membuat suhu ruangan menjadi sedingin es kutub setelah lampu minyak di sudut meja rias tiba-tiba padam menyisakan kegelapan pekat subuh ini. Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas and hidung mancung langsung menegakkan punggung tegapnya yang kekar sekuat tiang ruko kelurahan desa demi menghadapi kepulan aura gaib yang mengerikan.​Madun langsung memajukan langkah jantannya untuk memosisikan diri di depan ranjang, membiarkan tubuh sawo matangnya yang tinggi tegap dengan susunan otot perut kotak-kotak penuh urat jantan sejati nampak sangat gagah memancarkan pesona kuli panggul pasar tiga ton yang siap menjadi benteng pelindung bidadari barat dari serangan makhluk halus. Sambil memasang kuda-kuda kokoh secara interaktif di depan kasur, Madun menatap tajam ke arah sudut plafon yang mulai memancarkan suara tawa melengking kuntilanak merah. "Nah, kalau setannya sudah mulai berani menampakkan wuju

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 181: Kabar Mengejutkan di Pagi Hari

    ​Madun memegang pinggiran meja rias, meresapi kembali getaran kepanikan murni yang mendadak meluap setelah melihat benda plastik putih kecil bergaris dua merah yang tergeletak di atas kasur bungalow subuh ini. Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas and hidung mancung langsung menegakkan punggung tegapnya yang kekar sekuat tiang beton pasar demi menahan rasa terkejut yang luar biasa.​Madun langsung memajukan langkah tegapnya untuk mengambil alat tes tersebut, membiarkan tubuh sawo matangnya yang tinggi tegap dengan susunan otot perut kotak-kotak penuh urat jantan sejati nampak sangat gagah memancarkan pesona kuli panggul pasar tiga ton yang mendadak lemas di depan bidadari barat. Sambil melipat kedua tangan kekarnya secara interaktif dengan gemetar di depan dada, Madun menatap tidak percaya ke arah kekasih bulenya yang nampak tersenyum malu-malu. "Nah, kalau garis merahnya sudah jelas ada dua begini kan hati jantan Mas Madun bisa jantungan memikirkan modal popok bayi di

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 180: Kejutan di Balik Selimut

    ​" Madun bernapas lega sedalam-dalamnya sambil melangkah mundur tiga langkah, meresapi kembali getaran asmara suci yang murni, adem, dan tulus setelah matanya menangkap bantal guling mendadak menggelinding sendiri ke lantai kamar bungalow subuh ini. Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas and hidung mancung langsung menegakkan punggung tegapnya yang kekar sekuat tiang beton pasar demi memeriksa guncangan aneh di atas tempat tidur kayu tersebut.​Madun langsung memajukan langkah tegapnya untuk menyingkap ujung kain penutup ranjang, membiarkan tubuh sawo matangnya yang tinggi tegap dengan susunan otot perut kotak-kotak penuh urat jantan sejati nampak sangat gagah memancarkan pesona kuli panggul pasar tiga ton yang selalu siap menjadi benteng pelindung bidadari barat. Sambil melipat kedua tangan kekarnya secara interaktif di depan dada, Madun menatap lembut ke arah kekasih bulenya yang ikut terperanjat dari duduknya. "Nah, kalau sumber guncangan di bawah busa kasur ini sudah

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 179:: Hembusan Angin di Sela Tirai

    ​"Aduh, lupakan saja banyolan konyol soal gantungan lampu hias yang bergetar and jaring titanium seberat seratus ton yang bener-bener gak masuk akal and bikin pusing kepala itu, sekarang fokus jantan Mas Madun bener-bener cuma mau merapikan lilitan tirai bambu jendela ini biar hembusan angin fajar bisa masuk dengan sejuk tanpa perlu dikotori hawa nafsu birahi liar setelan pabrik, cyiiinnn!" seru Madun bernapas lega sedalam-dalamnya sambil melangkah menuju ke sudut jendela kamar, meresapi kembali getaran asmara suci yang murni, adem, dan tulus setelah kepalanya sempat pening memikirkan rupa-rupa khayalan gangguan dari pemilik warung remang-remang lintas kecamatan fajar ini. Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas and hidung mancung langsung menegakkan punggung tegapnya yang kekar sekuat tiang beton pasar demi menjaga ketertiban sirkulasi udara kamar bungalow.​Madun langsung memajukan langkah tegapnya untuk mengikat tali pengait jendela, membiarkan tubuh sawo matangnya yan

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 132: Getaran Jiwa dan Air Mata Catherine

    ​Meteor kawat titanium seberat seribu ton yang mengurung mereka mendadak pecah berantakan menjadi serpihan kembang api setelah Madun menghantamnya dengan sundulan kepala jantannya yang luar biasa keras, membuat seluruh sisa-sisa ancaman dari perserikatan janda kaya lintas benua itu langsung punah t

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 130: Mabuk Asmara Jiwa Bule Seksi

    ​Kobaran badai api asmara hampa udara dan gumpalan awan hitam berisi petir pembuahan magnetik seberat seribu ton itu mendadak hancur berantakan menjadi kepulan asap sate kelinci setelah hantaman siku jantan Madun memecah paksa inti pusaran energi mistis tersebut di pinggir jalan raya fajar ini. Keb

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 127: Sumpah Asmara Suci di Tepi Danau Bedugul

    ​"Aduh, puji syukur ke hadirat alam semesta yang maha tenang... berhubung peti mati perunggu dan sekte janda internasional membosankan itu mendadak raib lenyap tertiup angin fajar, sekarang saya bisa fokus pacaran sehat menikmati hawa sejuk Danau Bedugul berdua saja dengan Miss Catherine tanpa perl

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 126: Benih Asmara Suci di Lumbung Padi

    "Waduh, gusti pangeran yang maha membolak-balikkan hati manusia... setelah jaring titanium pemakan busana tadi macet total akibat tersumbat sekam padi warga, kenapa getaran dada saya malah berubah jadi rasa asmara suci yang murni kepada empat perawan molek ini, cyiiinnn!" gumam Madun mendesah sambi

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status