Minari panik.Dengan tangan gemetar, ia buru-buru memasukkan foto yang baru ditemukannya ke dalam tas. Setelah itu, ia merapikan kembali map hitam beserta semua dokumen di dalamnya, memastikan setiap lembar berada di posisi semula.Tatapannya menyapu seluruh ruangan. Tidak boleh ada yang mencurigakan.Ia menutup laci, mengembalikan kursi ke tempat semula, lalu merapikan rambut dan pakaiannya sebelum melangkah cepat keluar dari ruang kerja Alistair.Bel rumah yang berbunyi tadi ternyata bukan pertanda Alistair pulang. Rupanya ada tamu yang datang.Bahkan dari dalam rumah, Minari sudah bisa mendengar suara keributan di depan."Kumohon... aku harus bertemu Alistair. Aku benar-benar membutuhkan obat itu!"Minari mempercepat langkahnya.Di dekat pintu masuk, seorang pelayan sedang berusaha menenangkan tamu tersebut."Ada apa di luar?" tanya Minari.Pelayan itu langsung menoleh hormat."Ada seorang tamu yang ingin bertemu Tuan. Kami sudah menjelaskan kalau beliau sedang tidak ada, tetapi ta
더 보기