Malamnya aku tertidur karena terlalu lelah, kali ini lelahku bukan hanya fisik tapi juga batin. Entah sampai kapan hukumanku ini berlanjut. Ya, aku mulai terbiasa dengan perlakuan penghuni mansion dan suami kontrakku itu. Mulai memupuskan harapan untuk kembali berumahtangga bersama Mas Bara. Aku memejamkan mataku, di sana, aku melihat sosok Mas Bara. Mas Bara yang sedang basah dengan keringat karena bekerja di ladang. Aku memanggilnya, “Mas Bara!” Pria itu menoleh, diam, dan menghampiriku. Tatapannya begitu dingin. Begitu tiba di hadapanku, ia langsung meraih wajahku dan mencium bibirku. Aku nggak siap tapi detik berikutnya aku hanyut dalam gairahnya. Mas Bara meraba tubuhku, tangannya semakin ke bawah ke bagian intimku. Ia mengusapnya tanpa menjeda ciuman kami. Satu desahan lolos dari mulutku. Pria itu mencium leherku, menjilatinya seolah ingin menyesap rasa di tubuhku. Dengan cepat tangannya menarik rokku, ia turun ke bawah san
Read more