공유

24.

작가: silent-arl
last update 게시일: 2026-05-02 18:04:14

Ruang privat di lantai teratas The Victory beraroma cerutu mahal dan alkohol kelas atas. Di tengah ruangan, sebuah meja poker oval dikelilingi oleh pria-pria paruh baya dengan setelan jas khusus, wajah-wajah mereka dipenuhi kecongkakan orang-orang yang merasa bisa membeli dunia hanya karena memiliki beberapa dollar dalam dompetnya.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   128.

    Tatiana hampir mengangguk, menyerahkan seluruh kesadarannya pada pesona Kaliel. Namun, tepat sebelum bibir mereka kembali bertautan, sebuah ingatan membuatnya tersadar. Ia menahan dada Kaliel pelan."Joe. Bukannya dia akan datang?" bisik Tatiana dengan napas yang masih memburu.Kaliel mendesah pelan, sedikit kecewa karena momentumnya terganggu. Namun, ia tidak melepaskan Tatiana.Pria itu justru menyusupkan telapak tangannya yang hangat ke punggung polos Tatiana, mengusap-usapnya dengan gerakan lambat yang menenangkan sekaligus sensual. "Ini masih pagi, Sayang," bisik Kaliel serak di depan bibir Tatiana. "Joe tidak akan berani mengacaukan rumahku sepagi ini."Kehangatan usapan tangan Kaliel di punggungnya membuat tubuhnya meremang. Tanpa bisa ditahan la

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   127.

    Suasana canggung yang tersisa dari malam sebelumnya ternyata tidak serta-merta pergi begitu pagi hari tiba. Tatiana terbangun beberapa saat setelah Kaliel. Dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya, gadis itu melangkah keluar kamar dan berjalan menuju lantai bawah.Langkahnya mendadak terhenti di undakan tangga. Di ruang tengah yang minimalis itu, ia mendapati Kaliel sedang fokus melakukan olahraga paginya. Pria itu sama sekali tidak mengenakan kaos, hanya memakai celana pendek olahraga hitam. Butiran keringat tampak berkilau di atas kulitnya yang kecokelatan, mengalir melewati lekukan otot dada dan perutnya yang terbentuk sempurna setiap kali pria itu bergerak.Tenggorokan Tatiana tiba-tiba terasa sangat kering. Ia refleks mengecap bibirnya sendiri yang mendadak terasa pias, terpaku di tempatnya berdiri dengan pandangan yang sulit dialihkan dari

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   126.

    Tatiana terus menatap kalung berlian di tangannya tanpa ada niat untuk mengenakannya. Pikirannya masih berkecamuk, mencoba mencerna kegilaan situasi hari ini.Kaliel yang baru saja selesai mandi berdehem pelan sembari mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk. Melihat tatapan kosong Tatiana yang tak kunjung beralih dari kotak perhiasan, ia terkekeh tipis. "Kau tampak menyeramkan, Sayang. Seperti sedang merencanakan hal yang jahat."Tatiana mendongak, menatap Kaliel dengan raut wajah yang masih diliputi kecemasan. "Tentu saja aku takut, Kaliel. Menikah bukan hal yang sesederhana seperti yang kau bayangkan."Kaliel melempar handuknya ke atas kursi kosong, lalu berjalan mendekat ke arah ranjang. "Bagiku sederhana. Hal-hal di dunia ini menjadi rumit hanya karena kau terlalu banyak berandai-andai

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   125.

    Mobil mereka melaju membelah jalanan dengan kecepatan tinggi, meninggalkan area perbatasan yang kacau itu sejauh mungkin. Di tengah deru mesin yang, Kaliel memindahkan satu tangannya dari kemudi, lalu meremas lembut jemari Tatiana yang masih terasa dingin."Kita sudah memastikan polisi datang sebelum pergi tadi, kan?" Pria itu terdengar terlalu santai.Tatiana mengembuskan napas lega yang panjang, ketegangan yang sejak tadi menumpuk di bahunya perlahan menguap. Ia menoleh, menatap wajah Kaliel dari samping yang tampak begitu tenang di balik kemudi. "Kau... sama sekali tidak punya rasa takut, ya?"Kaliel terkekeh rendah, namun sorot matanya yang melirik Tatiana sesaat tampak begitu tulus. "Satu-satunya yang membuatku takut di dunia ini adalah kau, Tatiana. Urat tegang, rasa takut, dan kecemasanku hanya ak

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   124.

    Refleks Kaliel bergerak secepat kilat. Ia langsung menarik tubuh Tatiana ke dalam dekapan dadanya, menggunakan badannya sendiri sebagai tameng sembari melindungi kepala gadis itu dengan kedua tangan."Kita keluar dari—" Kata-kata Kaliel terputus oleh rentetan suara tembakan susulan yang menggema lebih dekat, diiringi suara kaca pecah dan derap langkah kaki yang kacau. Sadar pintu keluar utama terlalu berisiko, Kaliel menarik Tatiana mundur, menyusuri koridor sempit hingga menemukan sebuah toilet umum yang tandanya sudah agak usang dan tampak rusak.Begitu mendorong pintu di salah satu bilik, Kaliel mendesak Tatiana masuk. "Berdiri di atas dudukan toilet, sembunyikan kakimu dari celah bawah pintu," bisiknya tajam penuh penekanan.Tatiana yang jantungnya berpacu hebat menatap Kaliel panik. "Lal

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   123.

    Keesokan harinya, suasana tenang di Sektor Carasano mulai terusik. Kawasan yang selama ini terkenal sangat aman dan minim kriminalitas itu mendadak diguncang oleh berita-berita miring. Kasus pencurian kecil, penjambretan, hingga aksi nekat seperti yang dialami Tatiana kemarin mulai sering terjadi di berbagai sudut sektor.Saat sedang berjalan-jalan pagi, Tatiana tak sengaja mendengar obrolan serius di depan toko kue. Sepasang suami istri muda tampak sedang berbincang tegang dengan sang pemilik toko kue yang wajahnya terlihat cemas.Tatiana memperlambat langkahnya, berpura-pura melihat etalase sambil menajamkan pendengarannya."Ini benar-benar gila," ucap pria muda itu sambil menggelengkan kepala. "Carasano tidak pernah seperti ini sebelumnya. Kemarin kedai dekat bundaran dirampok, lalu tadi malam a

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   115.

    Tatiana menegakkan punggungnya, meletakkan garpu dan pisau di atas meja dengan gerakan yang disengaja. Meski ekspresi wajahnya tampak tegang dia sudah sangat siap mendengarkan apa pun yang akan terjadi. "Putar sekarang, Kaliel."

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   114.

    Malam telah larut, dan matahari sudah sepenuhnya hilang dari langit. Prosesi pemakaman Edward di Sektor Carasano telah selesai beberapa jam yang lalu, dan para pelayat pun satu per satu telah pulang. Namun, Tatiana masih saja duduk membeku di sofa ruang tamunya sen

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   113.

    Kaliel mematikan rekaman, lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jaket dengan tangan yang mulai terasa dingin. Suasana kamar kembali berubah mencekam.Tak sampai lima menit setelah rekaman itu berakhir, d

  • Dalam Rengkuhan Sang Antagonis   112.

    Pintu ruang penanganan darurat akhirnya terbuka, Kaliel dan Tatiana langsung berdiri tegak di lorong rumah sakit. Seorang dokter wanita paruh baya keluar dengan raut wajah yang tampak lelah.Tatiana melepaskan san

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status