“Jadi ini edisi lo kesepian. Makanya tiba-tiba banget ngajak gue nongkrong di apartemen lo?”Suara Carmen terdengar santai, tapi penuh makna. Ia berdiri di tengah ruang tamu, kedua tangannya terlipat di depan dada, matanya menyapu ruangan seolah sedang menilai sesuatu.Hagia yang baru saja keluar dari dapur sambil membawa satu mangkuk sayur lodeh langsung terkekeh kecil.“Lo kan gabut juga, Men,” balasnya ringan. “Bonus gue masakin. Gue yakin lo kangen masakan gue juga, kan?”Carmen mengangkat alis, lalu berjalan mendekat ke meja. “Iya, sih,” jawabnya tanpa malu-malu. “Kalau soal masakan, gue nggak bisa nolak.”Hagia meletakkan makanan itu di atas meja, bergabung dengan beberapa hidangan lain, tempe goreng, ikan asin, sambal, dan nasi hangat yang masih mengepul tipis. Semua sederhana, tapi cukup untuk membuat suasana terasa… rumah.Mereka kemudian duduk di sofa.Televisi menyala di depan mereka, menampilkan acara yang sebenarnya tidak benar-benar mereka tonton. Suaranya hanya menjadi
Last Updated : 2026-04-18 Read more