بيت / Mafia / Falling for the Mafia’s Embrace / Bab 56. Fakta yang terlambat

مشاركة

Bab 56. Fakta yang terlambat

مؤلف: SILAN
last update تاريخ النشر: 2026-07-05 19:07:25

Megan dan Daniel melesat keluar dari lorong gelap, kembali ke tengah kekacauan. Udara malam terasa pekat dan ketakutan yang menyatu menjadi satu aroma memabukkan. Di kejauhan, Megan bisa melihat Adrian masih bertahan. Tubuh remaja itu bergerak cepat, menghindari pukulan demi pukulan, membalas dengan tendangan-tendangan yang terlatih. Tapi Megan bisa melihatnya, adiknya mulai kelelahan. Bahunya turun, nafasnya tersengal, dan gerakannya mulai melambat.

Jumlah lawan terlalu banyak.

Delapan orang.
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 82. Menyerahkan stempel

    Megan memejamkan mata. Setidaknya satu hal yang paling ia takutkan belum terjadi. Adrian masih hidup. Namun cara Sierra mengatakannya membuat Megan tahu bahwa keselamatan Adrian hanya bergantung pada keputusan yang akan ia ambil.Tidak berselang lama, pesan singkat dari Sierra masuk."Datanglah ke gudang lama keluarga Bosch. Satu jam. Sendirian."Megan menatap layar ponselnya dengan nafas berat. Tidak ada lagi suara Sierra, tetapi ancaman wanita itu masih terasa jelas di kepalanya. Daniel mengambil napas panjang sebelum memandang Megan."Aku akan pergi." Megan berbicara dengan suara pelan, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia tidak peduli seberapa berbahayanya tempat tersebut. Tidak peduli berapa banyak orang yang mungkin menunggunya. Selama Adrian berada di sana, ia akan datang."Tidak." Jawaban Daniel terdengar tegas. Tatapannya langsung berubah keras ketika melihat Megan mulai membuka tasnya."Daniel...""Kau tidak akan pergi sendirian."Daniel menggenggam pergelangan tangan Megan,

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 81. Misi penyelamatan

    Adrian terus meronta, tetapi semakin ia berusaha melepaskan diri, semakin kuat tali itu menekan pergelangan tangannya. Nafasnya memburu, tubuhnya terasa lemah setelah obat bius yang Sierra berikan masih meninggalkan efek."Sial..." gumamnya sambil menundukkan kepala. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi sebelum dirinya dibawa ke tempat itu. Namun ingatannya masih dipenuhi potongan-potongan samar, terakhir kali yang ia ingat, anak buah Daniel menemaninya saat proses keluar dari rumah sakit.Dan sekarang, ia justru berada di tangan Sierra sebagai tawanan, Adrian yakin kalau wanita licik itu pasti mengincar Megan."Tidak akan aku biarkan kau menyakiti Megan," geram Adrian.Tiba-tiba terdengar suara langkah dari balik pintu.Adrian langsung mengangkat kepala. "Sierra?"Tidak ada jawaban.Pintu besi itu terbuka perlahan. Namun bukan Sierra yang muncul. Seorang pria masuk membawa sebuah nampan berisi makanan dan sebotol air. Ia meletakkannya di meja kecil di samping Adrian tanpa mengucapka

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 80. Adrian dalam bahaya

    "Sierra bergerak, dia menculik Adrian."Kalimat Daniel terdengar sederhana, tetapi dampaknya seperti menghantam dada Megan dengan keras. Untuk beberapa detik, ia hanya berdiri diam, seolah otaknya menolak memahami apa yang baru saja didengarnya."Apa?" suara Megan akhirnya keluar, nyaris berbisik. "Apa maksudmu menculik Adrian?"Daniel langsung meraih pergelangan tangannya. "Kita pergi sekarang. Orangku kehilangan jejaknya beberapa menit lalu. Sierra menggunakan orang lain untuk membawa Adrian keluar dari rumah sakit. Mereka memutus semua kamera di lantai tempat adikmu dirawat."Megan menarik tangannya dengan panik. "Kau bilang orangmu mengawasi Adrian. Lalu bagaimana mereka bisa membiarkannya diculik?"Daniel menatapnya tajam. "Karena ini bukan serangan biasa. Mereka sudah merencanakannya."Megan terdiam. Dadanya terasa sesak. Semua ketakutan yang selama dua bulan terakhir ia tahan akhirnya pecah dalam satu waktu. Ia pernah kehilangan kedua orang tuanya. Ia hampir kehilangan Adrian b

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 79. Membuka fakta

    Konferensi pers dilakukan dengan banyak sekali menghadirkan wartawan, sepertinya Andrew ingin semua orang tau kalau hari ini adalah waktunya ia bersinar kembali. Namun, harapannya itu mulai meragukan bahkan untuk dirinya sendiri setelah melihat Megan sudah berdiri di dekatnya, di depan semua wartawan yang Andrew undang. Bahkan, anak buahnya tidak bisa menghentikan Megan saat ini."Perkenalkan," suara Megan bergema di seluruh ruangan, jelas dan tegas. "Aku adalah putri sulung Giorgino Cornelius."Bisik-bisik mulai terdengar di antara para wartawan. Beberapa mulai mengangkat mikrofon lebih tinggi, bersiap menangkap setiap kata yang akan keluar dari mulut perempuan ini."Belasan tahun lalu, setelah pembantaian yang terjadi pada keluargaku, aku dan adikku, Adrian Cornelius, masih hidup. "Kalimat itu melayang di udara seperti bom yang siap meledak. Ruangan mendadak hening, lalu kembali dipenuhi bisik-bisik yang semakin keras."Belasan tahun aku dan adikku hidup di luar tanpa menggunakan

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 78. 1 hari sebelumnya

    Semua orang melihat ke sumber suara, yang tidak lain adalah Megan.Perempuan itu melangkah maju dari antara kerumunan, membawa sebuah kotak kayu dalam dekapannya. Kotak tua dengan ukiran rumit yang terlihat antik, seperti sesuatu yang disimpan selama bertahun-tahun di tempat tersembunyi, menunggu saat yang tepat untuk muncul.Megan berjalan dengan langkah mantap menuju panggung. Lampu-lampu sorot mulai bergeser, meninggalkan Andrew yang pucat dan beralih ke arahnya. Semua wartawan, semua kamera, semua mata di ruangan itu kini terfokus pada satu orang.Megan Cornelius.Sebelum Megan melihat para wartawan, ia melihat lebih dulu ke arah Andrew. Bibirnya melengkung membentuk seringai puas, senyum yang mengatakan bahwa kemenangan ada di tangannya.1 hari sebelumnya."Kau masih terlihat tenang, saat Andrew berhasil mengambil stempel itu?" suara Megan naik satu oktaf lebih tinggi.Daniel menoleh, ia baru saja keluar dari ruangan bersama seorang pria, tampak baru saja membicarakan sesuatu yan

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 77. Masuk jebakan

    Sesuai dugaan Daniel, tiga hari kemudian konferensi pers besar digelar di salah satu hotel ternama di Barcelona. Puluhan wartawan memenuhi ruangan, kamera dan mikrofon mengarah ke panggung tempat Andrew Bosch berdiri dengan setelan hitam yang sempurna. Senyum percaya diri terukir di wajahnya, seolah ia telah memenangkan pertaruhan terbesar dalam hidupnya.Sejak pagi, berita tentang Andrew telah memenuhi berbagai media. Judul-judul besar bermunculan di semua kanal, mengguncang publik yang masih berguncang akibat skandal keluarga Bosch."Andrew Bosch Resmi Menjadi Pewaris Kekayaan Cornelius!""Stempel Keluarga Cornelius Ditemukan, Kekayaan Lama Segera Berpindah Tangan!"Kabar tersebut semakin besar setelah sebelumnya keluarga Bosch diterpa kekacauan akibat kecurangan dunia bisnis dan juga kematian Niel Bosch. Di tengah kehancuran yang hampir membuat nama keluarga itu kehilangan pengaruh, muncul satu kesempatan yang seolah dikirim untuk menyelamatkan mereka.Stempel keluarga Cornelius.B

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 7. Daniel menjebaknya?

    Semalaman, Megan tidak benar-benar tidur. Ia hanya memejamkan mata… tanpa pernah benar-benar beristirahat.Langit di luar jendela perlahan berubah dari hitam pekat, menjadi abu-abu muram, lalu disusupi cahaya pagi yang dingin. Namun di dalam kepalanya… semuanya tetap gelap.Daniel.Nama itu berputa

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 6. Pemaksaan

    Dengan sorot mata tajam penuh perlawanan, Megan menatap Daniel.“Lepaskan,” desisnya dingin.Senyum tipis terangkat di bibir Daniel, bukan karena patuh, tapi karena tertarik. Ia berjongkok santai, membuka ikatan di kaki Megan satu per satu.“Aku akan melepaskanmu,” ucapnya ringan, “tapi berjanjilah

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 5. “Tak ada jalan kabur

    Seorang pria. Berjalan dengan tenang. Tidak terburu-buru. Tidak panik.Namun jelas, mengikutinya.Darah Megan langsung berdesir dingin, panik. Sial! Apakah ia ketahuan?Tanpa pikir panjang, ia berbalik dan mempercepat langkahnya. Dari cepat… menjadi lari.Sepatu botnya menghantam aspal kasar, nafa

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 4. Apa aku ketahuan?

    Kata-kata pria itu terus berputar di kepala Megan.Bekerja denganku.Bukan ancaman biasa. Bukan pula sekadar tawaran. Ada sesuatu di balik nada suaranya, sesuatu yang membuat bulu kuduk Megan berdiri.Kenapa dia tidak melaporkannya?Kenapa justru… menginginkannya?Siapa sebenarnya pria itu?“Megan.

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status