Nadya sama sekali tidak menyadari ketegangan di antara kami. Dia tersenyum ringan, lalu memberi tahu Maya, "Maya, kamu ini benar-benar deh. Kalau di tempat kerja masih nggak apa-apa, tapi di rumah jangan terlalu serius.""Karena kamu terlalu serius, pria jadi takut mendekatimu.""Ervin, kamu juga jangan terlalu terbebani. Jangan terlalu banyak tekanan. Sebenarnya sifat Maya itu cukup lembut."Lembut ....Lembut dari mana? Kalau dia masih dibilang lembut, berarti di dunia ini tidak ada wanita galak lagi.Hanya di depan ibunya saja Maya baru terlihat seperti anak baik. Begitu Nadya pergi, dia akan emosi seperti gunung meletus.Aku diam-diam gemetar dan berharap Nadya bisa tinggal lebih lama.Sayangnya, harapan itu cepat pupus."Oh ya. Maya, Ervin dulu sempat putus kuliah, 'kan?" Tiba-tiba, Nadya bertanya.Maya sempat tertegun, lalu mengangguk."Kalau begitu, biarkan Ervin kuliah lagi saja. Kamu bekerja di kampus, jadi bisa lebih sering berinteraksi dengannya. Lama-lama mungkin tekanannya
Mehr lesen