Hal seperti ini memang sangat memalukan. Kalau terus dibahas, dirinya sendiri pun tidak akan tahan karena terlalu malu."Cepat rapikan itu. Jelek banget," gumam Amira.Padahal tadi sepertinya tidak begitu, tapi sekarang bukan waktunya membahas itu. Aku pun segera merapikan pakaianku.Amira duduk diam di sampingku.Kami berdua sama-sama tidak bergerak.Beberapa saat kemudian, tubuh Amira perlahan bersandar di bahuku."Amira ....""Jangan bicara, seperti ini saja sebentar," ucap Amira pelan.Tanganku yang sempat terangkat akhirnya kembali turun."Hanya kali ini saja, ya. Setelah ini kita nggak boleh begini lagi ..." ucap Amira pelan, entah ditujukan kepadaku atau kepada dirinya sendiri.Walaupun Amira terus mengatakan bahwa hubungan kami hanya sebatas itu, kenyataannya kami tetap melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan.Meskipun belum benar-benar melewati batas terakhir di dalam hati Amira, kejadian ini tetap membuatnya merasa tersiksa."Lupakan saja hal ini.""Mulai sekarang,
Mehr lesen