’Ih, sialan bener! Main matiin aja!’ pekik Bianca kesal slama hati, menatap tajam ke arah ponselnya. Bianca langsung menyambar laptop dan tas besarnya dalam satu gerakan cepat, berdiri dari kursi hingga kursinya berdecit nyaring di atas lantai. "Permisi, Bu Citra. Kulkas... Eh, maksud saya Pak Damian memanggil saya! Saya harus pergi dalam waktu satu menit kalau Bu Citra masih menghalangi, silahkan tanggung kemarahan Pak Danian!” Citra seketika mematung dengan wajah melongo menahan amarah, dia terpaksa membiarkan Bianca pergi begitu saja dengan senyum di wajah gadis itu. ‘Sialan, sejak desainnya terpilih dia semakin dekat dengan Pak Damian! Lihat saja, aku ingin tahu kalau satu kesalahan dia lakukan di depan Pak Damian, siapa yang akan menyelamatkannya,’ geramnya. Bianca melangkah enggan keruangan Damian demi menghindari Citra. ‘Gara-gara Bu Citra, gue jadi balik keruangan Pak Damian.. Tamat gue,’ Di depan pintu ruangan Damian, Bianca menarik napas panjang sebelum mengetuk p
続きを読む