Herman mulai naik pitam. Dia meraih lengan Dini dan juga Kirana, lalu menatap sengit pada putra tirinya itu. "Kita pergi dari sini," ajak Herman. Kirana masih diam, dia enggan pergi. "Tidak Papa, aku mau pulang sama Kakak." Kirana terus meronta, tetapi tenaganya tidak cukup untuk melawan ayahnya. Sementara Dini, dia hanya bisa menatap sendu putranya yang terasa jauh dengannya, bukan ini yang Dini inginkan. Rumah kembali hening, suasana mencekam itu berangsur mereda dengan sendirinya, kini hanya tersisa Sambara dan Agnira yang terdiam di meja makan. "Jadi, apa kita bisa melakukan malam ke dua?" tanya Sambara tiba-tiba. Agnira terdiam, menatap sengit pada pria di sampingnya, baru saja keluarga toxicnya pergi, Sambara sudah memulai drama lainnya lagi. Wanita itu menggelengkan kepala pelan, merasa heran dengan pemikiran aneh pria ini. "Hey, kau harus menjawabnya," ucap Sambara menuntut. Agnira menarik napas berat. "Ya udah ayo, sekalian di ruang tamu saja." Ucapan it
최신 업데이트 : 2026-04-29 더 보기