"Cepatlah, saya ada urusan penting," ujar Sambara, mulai tidak sabar.Agnira mendengus. Ia berbalik sepenuhnya pada Sambara dan menatap sengit pria itu, "Kalau begitu, terima uang lima puluh jutaku. Sisanya akan aku transfer."Sambara menggeleng pelan, "Tidak.""Kau..." Tangan Agnira menunjuk tepat ke bola mata Sambara, "Benar-benar menyebalkan.""Itu nama tengahku," jawab Sambara santai.Agnira semakin naik pitam. Tangannya terkepal erat, giginya gemertak pelan. Ia memejamkan mata, berusaha mengusir rasa kesal yang menguasai dirinya.Dengan kesadaran penuh, Agnira membuka mata perlahan. Dalam satu gerakan cepat, ia mendorong bahu Sambara hingga pria itu terduduk di kursi, lalu tanpa ragu menaiki pangkuannya.Sambara bahkan tidak sempat bereaksi atas tindakan itu. Belum selesai sampai di sana, jemari Agnira sudah mencengkeram erat kerah bajunya, membuat tubuh pria itu menegang dengan alis terangkat tipis."Kau ingin kecupan? Maka akan aku berikan."Wanita itu mendekatkan kepalanya. Ci
Last Updated : 2026-04-18 Read more