Kaisar terbangun dengan tubuh yang terasa kaku. Anak itu mengerjap-ngerjakan matanya, memandang sekeliling kamar.“Oh, ini kamal Ibu,” gumamnya setelah nyawanya terkumpul. “Kenapa Kai di sini?”Kaisar kemudian mengingat-ingat kejadian semalam. Setelah berhasil, ia langsung menatap telapak tangannya yang kemarin ia gunakan untuk melempar papanya.“Ibu! Ibu!” panggilnya karena tidak ada siapa pun di sana. Karena tidak ada sahutan, Kaisar buru-buru turun dari tempat tidur dan keluar kamar.Rumah terasa begitu sepi pagi ini. Saat langkah kakinya mendekati area kamar mandi, sayup-sayup telinga Kaisar menangkap suara cipratan air yang tidak beraturan, disusul oleh lengkingan tangis anak perempuan dan suara lembut yang sangat ia kenali. Suara ibunya.Kaisar mengintip dari balik celah pintu kamar mandi yang sedikit terbuka. Pemandangan di depannya seketika membuatnya termangu.Di dalam kamar mandi, Zivanya sedang duduk berlutut di bangku kecil dengan pakaian yang basah kuyup karena cipra
Zuletzt aktualisiert : 2026-06-05 Mehr lesen