Setelah mereka berpisah, Zivanya masih melakukan rutinitas seperti biasa. Bekerja di perusahaan yang dulu milik suaminya. Entah mengapa Zivanya merasa sedih. Ia merasa jahat mengambil sesuatu yang bukan haknya. Perusahaan ini, gedung tempatnya berada sekarang, serta kursi yang tengah didudukinya adalah hasil kerja keras Ariyan. Ariyan membangun semua ini dengan susah payah di usia yang masih teramat muda. Tapi Zivanya menyerobot kesuksesan Ariyan begitu saja.Pintu ruang kerja yang diketuk mengeluarkan Zivanya dari lamunannya. Tersentak, Zivanya memandang ke arah itu.Mita masuk dan memberitahu, “Bu Ziva, ada Pak Kaivan ingin bertemu.”“Suruh masuk aja, Mit.”Mita mengangguk patuh kemudian undur diri.Tak lama, pintu kembali terbuka.“Pagi, Ziva,” sapa Kaivan merekahkan senyum setelah tatapan mereka bertemu. Zivanya membalas senyum lelaki itu. “Pagi, Kai. Silakan duduk.” Kaivan mengambil posisi duduk di kursi di hadapan meja kerja Zivanya. Ia meletakkan amplop di atas meja, lalu
Zuletzt aktualisiert : 2026-06-10 Mehr lesen