Langkah kaki Ana terasa berat saat dia berjalan beriringan dengan Gery menuruni lift menuju basement gedung. Setiap ketukan tumit sepatunya di atas lantai beton yang dingin seolah bergema, mengingatkannya bahwa dia sedang melangkah semakin jauh ke dalam rencana pria di sampingnya. Di area parkir khusus eksekutif, sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam legam sudah menunggu dengan mesin yang menyala halus.Sebelum Ana sempat meraih gagang pintu belakang, Gery sudah melangkah lebih cepat. Dengan gerakan yang terkesan sangat sopan tapi terasa dominan bagi Ana, pria itu membukakan pintu mobil untuknya."Silakan masuk, Ana. Perjalanan ke lokasi proyek agak sedikit jauh, jadi pastikan kamu duduk dengan nyaman," ucap Gery, lengkap dengan senyuman tipis yang tak pernah lepas dari wajahnya."Terima kasih, Pak," jawab Ana pendek.Ana segera masuk dan menggeser duduknya sedekat mungkin ke arah jendela kiri, sengaja menyisakan jarak yang lebar di kursi belakang.Gery menyusul masuk dan men
Baca selengkapnya