Dua kompi serdadu KNIL memang menarik diri dari mulut jembatan, namun mereka tidak benar-benar pergi. Di ujung jalan akses utama, laras-laras senapan berkarabin dipasang di atas barikade kayu dan jalur pasokan logistik diputus total. Sore harinya, Yu Sum berdiri termenung di depan gentong beras yang isinya hampir menyentuh dasar kayu. "Den Ayu, beras kita tinggal dua batok. Minyak kelapa juga sudah habis," lapor Yu Sum sambil menahan tangis. Dyah memeriksa gentong itu, lalu menatap sepuluh pasang mata anak-anak yatim yang mengintip cemas dari balik tirai pintu. "Jangan panik, Yu. Kita masih punya sisa garam dan beberapa butir bawang." "Tapi anak-anak tidak bisa kenyang hanya dengan air garam, Den Ayu!" isak Yu Sum sambil menyeka air matanya dengan ujung kebaya usang. "Kompeni di ujung jalan melarang kuli pasar mengantarkan sayur kemari. Mereka mau membunuh kita dengan kelaparan sebelum tiga hari! Di rumahku pun sama tidak ada beras." "Kita tidak akan mati kelaparan
続きを読む