Aroma gurih yang pekat perlahan mengalir menembus sela-sela dinding papan bangunan utama panti yang mulai diperbaiki. Di sudut pelataran dalam yang semi-terbuka, Yu Sum sibuk mengipasi tungku tanah liat darurat. Di atas bara api yang menyala kemerahan, sebuah kendil tanah liat berukuran besar mengeluarkan suara letup-letup kecil. Beras, santan encer, daun salam, serai, dan taburan ikan asin peda di dalamnya mengepulkan wangi nasi liwet yang memutus ketegangan sisa sore tadi.Malam telah sepenuhnya jatuh di Kanal Timur. Hendrik telah pergi sejam lalu menembus kegelapan pelabuhan. Di dalam ruangan, selembar tikar pandan usang berukuran besar dibentangkan di atas lantai semen.Tepat sepuluh anak panti asuhan, dipimpin oleh Amin dan Siti yang paling kecil sudah duduk melingkar dengan tertib. Mata mereka berbinar menatap kendil yang diangkat oleh Yu Sum. Namun, pandangan anak-anak itu sesekali mencuri dengar ke arah pintu beranda, tempat Willem masih berdiri kaku memandangi kegelapan
続きを読む