Derap langkah Adriaan menjauh meninggalkan gema di lorong sel bawah tanah. Setelah memastikan Siti aman di bawah penjagaan ketat Yu Sum di bangsal khusus rumah sakit yang sekarang tak berani diganggu para perawat karena gertakan Hendrik, Dyah melangkah kembali ke panti asuhan. Kebayanya masih setengah basah dan rambutnya yang kusut disanggul seadanya, namun sorot matanya tidak lagi memancarkan ketakutan.Begitu kakinya menapak di pelataran panti yang berantakan oleh sisa pecahan kaca dan abu jemuran, ia mendapati suasana yang berbeda dari sebelumnya. Kabar penangkapan Willem telah merayap lebih cepat daripada banjir rawa. Di teras panti, puluhan kuli panggul, buruh angkut, dan nelayan Kanal Timur telah berkumpul. Wajah-wajah mereka keras, dan tegang."Den Ayu Dyah!" Kang Darmo langsung menyongsongnya, mencengkeram galah bambu di tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. "Apa benar berita di pasar? Mas Willem diseret opas karena membela Siti di Kota Atas?""Benar, Darmo," ja
اقرأ المزيد