"Arga!" bentak Anna benar-benar tidak menyangka adiknya akan berani bersikap sekeras itu demi membela seorang wanita luar.Arga tidak memedulikan bentakan itu. Ia melirik jam dinding, lalu menghela napas panjang untuk menyudahi pertikaian tak berujung ini. "Sudahlah, Mbak. Urusan uang sudah selesai, lima juta atau tidak sama sekali, silakan Mbak pikirkan lagi nanti. Sekarang, Mbak mau tidur di mana? Kalau Mbak mau menginap di sini malam ini, di lantai bawah ada kamar tamu yang sudah rapi—""Enggak! Najis aku harus tidur di rumah ini!" potong Anna ketus, memotong kalimat Arga dengan wajah masam. "Aku mau balik ke hotel tempatku menginap saja! Pesankan taksi online sekarang juga, aku gak mau berlama-lama di sini!"Selesai mengucapkan kalimat ketusnya, Anna langsung berbalik arah dengan hentakan kaki kasar. Tanpa tahu malu, ia berjalan lurus menuju ke arah dapur bersih, membuka pintu kulkas milik Nayra tanpa izin, dan mulai mencari makanan apa saja yang
続きを読む