Home / Romansa / Om Ganteng, Nikah Yuk! / Biarkan Om yang Bicara...

Share

Biarkan Om yang Bicara...

Author: Anny Djumadi
last update publish date: 2026-07-18 17:14:21

Pagi itu suasana kantor Mahardika Group berjalan seperti biasa. Para karyawan sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Alena baru saja meletakkan tasnya ketika Sisca datang sambil menyenggol pelan lengannya.

"Wih..."

Alena mendongak.

"Apa?"

Sisca menyipitkan mata.

"Kok senyum-senyum sendiri dari tadi?"

Alena buru-buru merapikan ekspresinya.

"Mana ada."

"Jangan bohong."

Sisca mengamati wajah sahabatnya dari atas sampai bawah.

"Biasanya kalau aku godain sedikit, mukamu langsung merah."

"Sekarang mal
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Ayu Ilma
semoga sblm ibu leon bicara leon duluan yg bicara ya thor, jgn biarin rencana leon hancur krna mantan yg sotoy
goodnovel comment avatar
Lainara
ih Leon sayang banget sama alena
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Proyek Selesai

    Senin pagi, Alena datang ke kantor dengan perasaan yang cukup ringan. Untuk pertama kalinya setelah beberapa minggu, ia tidak perlu memikirkan proyek baru.Leon sudah memastikan hal itu. Setelah proyek yang sedang berjalan ini selesai, tidak akan ada lagi pekerjaan tambahan yang diberikan kepadanya.Alena sebenarnya sedikit kecewa. Bukan karena ia tidak ingin menikah, tetapi karena ia memang menyukai pekerjaannya. Apalagi proyek yang sedang ia kerjakan kali ini cukup menarik.Begitu sampai di mejanya, Alena langsung membuka laptop dan memeriksa kembali semua data yang sudah dikerjakannya. Tidak lama kemudian, Alex datang menghampiri."Sudah siap?"Alena mengangguk."Siap, Pak."Alex melirik layar laptopnya."Bagaimana?""Hampir selesai.""Bagus."Alex menarik kursi dan duduk di samping meja Alena."Kita tinggal melakukan pemeriksaan terakhir sebelum hasilnya kita serahkan."Alena mengangguk. Mereka kemudian mulai memeriksa satu per satu hasil pekerjaan. Alex cukup terkesan."Bagus."A

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Langkah Menuju Kehidupan Baru

    Sepulang dari kantor, Alena sempat mengira Leon akan langsung mengantarnya pulang. Namun setelah beberapa menit berjalan, ia mulai menyadari bahwa arah mobil bukan menuju rumahnya. Alena menoleh kepada Leon."Om.""Hm?""Kita mau ke mana?""Ke suatu tempat.""Tempat apa?""Nanti juga tahu."Alena memperhatikan Leon beberapa saat."Apakah Om mau kasih Alena proyek lagi?"tanya Alena dengan mata berbinar.Leon langsung tertawa."Kenapa pikiranmu selalu proyek?""Karena Om tadi bilang mau membicarakan sesuatu.""Iya.""Berarti proyek?""Bukan."Alena malah terlihat sedikit kecewa."Sayang sekali."Leon meliriknya."Kamu kecewa tidak dapat proyek?""Iya."Leon menggeleng."Om sudah susah payah menghentikan proyekmu.""Kan Alena masih suka kerja.""Om tahu.""Kalau ada proyek menarik, Alena pasti mau.""Nah, itu masalahnya."Leon tersenyum."Makanya Om tidak boleh memberi kesempatan."Alena tertawa."Om takut Alena lupa menikah?""Betul.""Padahal Alena sudah janji.""Om tetap harus waspad

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Rahasia yang Bukan Rahasia

    Senin pagi, suasana kantor berjalan seperti biasa. Alena baru saja meletakkan tas di meja ketika Amara tiba-tiba menghampirinya dengan senyum yang terlihat mencurigakan."Selamat ya, Lena."Alena mengangkat wajah."Selamat apa?"Amara tersenyum lebar."Jangan pura-pura tidak tahu.""Tahu apa?""Kamu benar-benar mau menikah dengan Pak Leon dalam waktu dekat ini kan?"Alena langsung membeku."Hah?"Amara terkekeh."Jadi benar?""Siapa yang bilang?"Belum sempat Amara menjawab, Sisca muncul dari belakang sambil membawa kopi."Sudah, jangan disiksa dulu."Alena semakin bingung."Kalian ngomong apa sih?"Sisca menatapnya penuh arti."Jadi kapan kami dapat undangan?""Undangan apa?""Pernikahanmu."Alena menutup wajahnya."Astaga..."Ia mulai memahami sesuatu. Tidak mungkin semua orang tahu kalau bukan ada yang membocorkannya."Tunggu."Alena menurunkan tangannya."Siapa yang bilang?"Amara dan Sisca saling pandang. Amara akhirnya berkata,"Kayaknya bukan Pak Leon.""Terus?""Ibunya."Alena

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Sebentar Lagi Menjadi Keluarga

    Senin sore, Alena baru saja pulang dari kantor ketika melihat sebuah mobil sudah terparkir di depan rumah. Begitu turun dari kendaraan, ia langsung mengenali mobil itu."Mobil Tante Mira?"Alena mengerutkan kening.Kenapa calon mertuanya datang lagi?Jangan-jangan ada urusan dengan proyeknya.Atau lebih parah... jangan-jangan datang membawa daftar pekerjaan baru.Alena segera masuk ke rumah. Begitu membuka pintu, ia melihat Bu Mira sudah duduk santai bersama Ibu Alena."Tante?"Bu Mira langsung menoleh dan tersenyum lebar."Nah, calon menantu Tante sudah pulang."Alena langsung menghela napas."Tante jangan mulai.""Mulai apa?""Jangan panggil begitu.""Kenapa?""Alena malu."Bu Mira justru tertawa."Sebentar lagi juga benar-benar jadi menantu."Alena menatap ibunya."Ibu kenapa diam saja?"Ibu Alena hanya tersenyum."Ibu tidak ikut-ikutan.""Bagus."Alena baru saja hendak duduk ketika Bu Mira mengeluarkan sebuah map dari tasnya. Alena langsung curiga."Itu apa, Tante?""Persiapan.""

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Mendapat Kepastian

    Bukan sekadar melihat-lihat brosur, ternyata Leon sudah mengambil keputusan. Setelah selesai melihat rumah yang telah dipersiapkannya untuk pernikahan mereka, Leon langsung mengajak Alena mendatangi toko perabot yang tadi mereka bicarakan.Leon menyalakan mesin mobil, lalu melirik Alena yang sudah duduk di sampingnya."Om mau mengajak Alena ke mana?""Ke suatu tempat.""Rahasia?""Bukan.""Lalu?""Belanja."Alena menoleh."Belanja apa?""Perabot rumah."Alena langsung teringat rumah Leon yang kemarin mereka bicarakan."Kan tadi sudah pilih.""Itu baru beberapa.""Lagipula lebih enak lihat langsung.""Terus nanti mau beli apa?""Yang kamu suka."Alena hanya bisa menggeleng. Ternyata Leon benar-benar serius mempersiapkan rumah untuk mereka.nTidak lama kemudian mereka tiba di sebuah toko perabot yang cukup besar.Begitu masuk, Alena langsung melihat berbagai macam furnitur tertata rapi. Ada sofa, meja makan, lemari, tempat tidur, hingga berbagai perlengkapan kamar."Om mau beli semuanya

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Satu Proyek Terakhir

    Keesokan harinya adalah hari Minggu.Alena baru saja keluar dari rumah ketika sebuah mobil berhenti di depan pagar. Ia sempat mengira Leon datang seperti biasanya. Namun, begitu pintu mobil terbuka, Alena langsung terdiam.Leon turun dengan pakaian yang jauh lebih santai dari biasanya. Hanya kaus polos dan celana jeans, tanpa kemeja rapi, tanpa jas, bahkan rambutnya pun tidak ditata terlalu formal. Alena sampai memperhatikannya selama beberapa detik."Ih, Om."Leon menoleh."Kenapa?"Alena tersenyum."Om beda banget.""Beda bagaimana?""Jadi tambah muda."Leon langsung tersenyum puas."Hehehe... memang itu tujuan Om."Alena tertawa."Buat apa?"Leon berjalan mendekat."Biar dipuji sama Lena."Alena langsung menggeleng."Masa orang seperti Om butuh pujian?""Memangnya menurut kamu Om orang seperti apa?"Alena berpikir sebentar."Om hebat."Leon tersenyum."Seorang CEO."Senyumnya semakin lebar."Kaya raya."Leon mengangguk puas."Dan tampan."Kali ini senyum Leon semakin lebar."Pokokn

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bayangan yang Mulai Mengganggu

    Hari ketiga Alena bekerja di Mahardika Group seharusnya berjalan seperti biasa. Ia sudah mulai hafal ritme divisi sales, mengenal beberapa rekan kerja, dan menyesuaikan diri dengan suasana kantor yang cepat dan kompetitif. Namun pagi itu, suasana berubah sejak sebuah pesan dari atasannya masuk ke p

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Anak Baru yang Menjadi Perhatian

    Pintu ruang wawancara tertutup pelan di belakang Alena, namun detak jantungnya masih belum benar-benar stabil. Beberapa menit sebelumnya, ia baru saja bertemu kembali dengan Leon di dalam lift. Pria itu tetap sama, tampan, dingin, dan memancarkan aura yang membuat orang otomatis menjaga jarak. Dan

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bertemu Kembali

    Lima tahun kemudian, Alena berdiri di depan cermin kamar sambil menatap pantulan dirinya dalam diam yang cukup lama. Wanita di depannya bukan lagi gadis kecil yang pernah nekat mengajak pria asing menikah demi dua mangkuk bakso dan segelas es teh. Wajahnya kini lebih dewasa, dengan garis rahang yang

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Om Ganteng Mau Nikah

    Sudah seminggu. Dan Leon tidak muncul lagi. Awalnya Alena masih berpikir pria itu hanya sibuk bekerja seperti biasa, mungkin lembur, mungkin ada meeting penting, karena bukankah orang kaya memang selalu sibuk. Namun setelah beberapa hari berlalu dan mobil hitam Leon tak pernah lagi terlihat masuk k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status