首頁 / Romansa / Om Ganteng, Nikah Yuk! / Hadiah Paling Indah

分享

Hadiah Paling Indah

作者: Anny Djumadi
last update publish date: 2026-07-16 18:34:50

Leon memarkir mobilnya di depan sebuah taman kota yang tidak terlalu ramai.

"Mau jalan sebentar sebelum makan?"

Alena mengangguk.

"Boleh."

Leon turun lebih dulu. Seperti biasa, ia berjalan memutar hendak membukakan pintu untuk Alena.

Namun kali ini, belum sempat Leon mengulurkan tangan... Alena sudah lebih dulu turun. Dan tanpa berpikir panjang, ia langsung menyelipkan tangannya ke lengan Leon.

Leon sampai terdiam beberapa detik. Sudut bibirnya perlahan terangkat.

"Wah..."

"Lena berubah."

Alena
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (4)
goodnovel comment avatar
Tini Bitti
asyikkkkk ...........
goodnovel comment avatar
Linawa Sumie
sweet banget deg
goodnovel comment avatar
Admini Aryanto
ayook gaasskeeun om
查看全部評論

最新章節

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Cuma Peluk, Katanya

    Leon akhirnya mengetik balasan."Iya."Beberapa detik kemudian, ia menambahkan,"Nanti kita bicara di rumah Lena saja."Pesan itu terkirim. Tidak lama kemudian, tanda pesan sudah dibaca muncul. Balasan Alena segera masuk."Jangan. Nanti Om capek."Leon tersenyum kecil. Jarinyapun kembali mengetik."Mana mungkin capek.""Kalau ketemu Lena, Om malah tambah semangat."Beberapa detik kemudian, balasan Alena muncul."Dasar gombal."Leon tertawa kecil. Seorang staf yang kebetulan lembur dan berada tidak jauh dari meja langsung menoleh."Pak?"Leon segera mengembalikan wajah seriusnya."Ada apa?""Tidak ada, Pak."Staf itu buru-buru kembali bekerja. Leon menatap layar ponselnya lagi. Senyumnya muncul kembali. Setidaknya Alena belum benar-benar marah.Atau... mungkin justru sedang menunggu dirinya datang untuk mengomel. Leon menghela napas."Ya sudah.""Hadapi saja.""Berani berbuat, berani menanggung."---Malam itu, Leon tiba di rumah Alena saat jam sudah menunjukkan hampir pukul delapan.

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Rahasia Sang CEO Terbongkar

    Siang itu, ketika Alena masih berada di kantor, Bu Mira datang berkunjung ke rumahnya. Bu Rina yang sedang berada di ruang tengah langsung tersenyum ketika membuka pintu."Eh, Bu Mira.""Hai, Bu Rina.""Silakan masuk."Bu Mira membawa sebuah tas besar di tangannya."Maaf mengganggu.""Ah, tidak.""Kebetulan Alena masih di kantor."Bu Mira mengangguk."Tidak apa-apa."Bu Mira tertawa kecil."Aku tiba-tiba ingin ngobrol saja dengan kamu."Mereka kemudian duduk di ruang tamu. Setelah berbasa-basi sebentar, Bu Rina tiba-tiba teringat sesuatu. Sebenarnya sejak beberapa hari lalu ada satu hal yang mengganjal pikirannya. Ia ingin bertanya kepada Bu Mira, tetapi selalu mengurungkan niat. Namun kali ini kesempatan datang begitu saja."Bu Mira...""Hm?""Bu boleh tanya sesuatu?""Tentu."Bu Rina terlihat sedikit ragu."Dulu...""sebelum Leon menikah dengan Cyntia...""Leon pernah punya pacar?"Bu Mira langsung tertawa."Kenapa tiba-tiba bertanya itu?"Bu Rina ikut tersenyum."Entahlah.""Aku c

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Cemburu Diam-diam

    Malam itu, Leon akhirnya tiba di rumah. Begitu memasuki ruang tengah, ia melihat Bu Mira sudah menunggunya di sofa sambil menikmati secangkir teh. Bu Mira mengangkat wajah dan melirik jam di dinding."Hmm... cepat juga pulangnya.""Iya, Bu."Leon meletakkan kunci mobil di atas meja."Alena tadi kelihatannya agak lelah. Jadi aku langsung mengantarnya pulang.""Biar dia cepat istirahat."Bu Mira mengangguk pelan. Namun beberapa detik kemudian, tatapannya berubah penuh selidik."Leon.""Hm?""Sejak kapan kau mengundang Ibu datang ke perusahaanmu?"Leon yang baru hendak duduk langsung berhenti."Kenapa?""Jangan pura-pura tidak tahu."Bu Mira menyipitkan mata."Ibu datang membawa kue sebanyak itu.""Lalu memanggil Alena calon menantu di depan semua karyawanmu."Leon terdiam. Sementara Bu Mira menyandarkan tubuhnya ke sofa."Padahal setahuku kalian sepakat merahasiakan hubungan kalian di perusahaan."Leon menghela napas."Iya.""Nah."Bu Mira menunjuk putranya."Berarti memang ada sesuatu.

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Rahasia yang Lain

    Setelah semua kue dibagikan, suasana kantor perlahan kembali normal. Namun bagi Alena, semuanya justru terasa semakin kacau. Beberapa orang mengucapkan selamat kepadanya. Ada yang menggoda. Bahkan ada yang terang-terangan bertanya sejak kapan dirinya dan Leon berhubungan.Alena hanya bisa tersenyum malu. Untungnya, Bu Mira tidak terlalu lama berada di kantor. Setelah berpamitan, wanita itu meninggalkan beberapa kotak kue untuk dibagikan kepada para karyawan.Begitu semuanya selesai, Alena langsung menuju ruang Leon. Ia mengetuk pintu."Masuk."Alena membuka pintu. Leon yang sedang duduk di belakang mejanya mengangkat wajah. Begitu melihat ekspresi Alena, ia langsung mengerutkan kening."Kenapa?"Alena berjalan mendekat."Om tahu tidak apa yang baru saja terjadi?"Leon tampak tenang."Apa?""Ibu Om datang ke kantor."Leon mengangguk santai."Oh.""Oh?"Alena menatapnya tidak percaya."Ibu Om datang membawa kue sebanyak itu.""Terus memanggil aku calon menantu di depan semua orang!"Leo

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bukan Kebetulan

    Jam istirahat siang membuat suasana kantor sedikit lebih ramai. Beberapa karyawan berkumpul di area pantry sambil menikmati makan siang. Namun kali ini, bukan hanya makanan yang menjadi bahan pembicaraan. Nama Alena kembali muncul."Menurut kalian, kenapa Pak Leon sampai membela Alena seperti itu?""Padahal dia memang salah.""Iya.""Kalau aku jadi Pak Leon, mungkin aku juga akan membelanya."Seorang karyawan perempuan langsung meliriknya."Kenapa?""Karena Alena cantik."Mereka tertawa kecil.Namun seorang lainnya justru menggeleng."Jangan-jangan..."Ia menurunkan suaranya."Alena memang sedang mendekati Pak Leon.""Serius?""Entahlah.""Tapi coba pikir.""Pak Leon biasanya paling tegas kalau menyangkut pekerjaan.""Kenapa sekarang ketika Alena melakukan kesalahan, dia malah sibuk mencari sisi positifnya?""Benar juga."Bisikan itu semakin berkembang."Katanya mereka sering pulang bareng.""Aku juga pernah lihat.""Pagi-pagi juga pernah diantar.""Serius?""Iya.""Kalau begitu..."S

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Kesalahan yang Dicari

    Sejak percakapan dengan Maya pagi itu, Nadia semakin memperhatikan pekerjaan Alena. Bukan lagi sekadar karena rasa curiga. Kali ini Nadia benar-benar ingin menemukan jawabannya.Apakah Alena memang memiliki kemampuan seperti yang dikatakan Leon?Atau selama ini ia hanya terlihat menonjol karena mendapat perhatian dari atasannya?Nadia kemudian memberikan Alena sebuah tugas baru. Sebuah proyek yang cukup penting dan membutuhkan ketelitian tinggi."Alena.""Iya, Bu?""Ini data awal untuk proyek klien. Saya ingin kamu membuat analisis dan proyeksi awalnya."Alena menerima beberapa dokumen dari tangan Nadia."Baik, Bu.""Besok pagi saya ingin melihat hasilnya.""Besok pagi?"Nadia mengangguk."Apakah terlalu cepat?"Alena melihat dokumen di tangannya. Tidak sedikit. Namun ia tidak mengeluh."Baik, Bu. Saya usahakan."Maya yang kebetulan berada tidak jauh dari sana diam-diam memperhatikan. Ia bahkan sempat bertukar pandang dengan Nadia. Keduanya berharap tugas tersebut akan menunjukkan kel

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Gadis Aneh

    Sejak hari itu, Alena punya kebiasaan baru: mengintip rumah Leon. Setiap sore sepulang sekolah, gadis itu akan duduk di teras rumah neneknya sambil pura-pura mengerjakan PR. Buku tulis terbuka di pangkuannya, pena sesekali bergerak, tetapi matanya lebih sering melirik rumah besar di sebelah komplek

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Demi Bakso, Ajak Nikah

    “Berani nggak?” Alena yang sedang meniup es teh plastiknya langsung menoleh bingung ke arah teman-temannya. “Berani apa?” Tiga anak perempuan di sampingnya langsung cekikikan sambil menunjuk ke arah seberang jalan. Di depan minimarket, sebuah mobil hitam mewah baru saja berhenti. Seorang pria

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bawa Dia ke Ruang Saya

    Sejak pagi, Alena sudah merasa tubuhnya tidak nyaman. Kepalanya terasa berat, sementara matanya sesekali berkunang setiap kali terlalu lama menatap layar komputer. Namun wanita itu tetap berusaha bekerja seperti biasa sambil sesekali meminum kopi dingin yang bahkan sudah tidak terasa efeknya.“Aduh

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bayangan yang Mulai Mengganggu

    Hari ketiga Alena bekerja di Mahardika Group seharusnya berjalan seperti biasa. Ia sudah mulai hafal ritme divisi sales, mengenal beberapa rekan kerja, dan menyesuaikan diri dengan suasana kantor yang cepat dan kompetitif. Namun pagi itu, suasana berubah sejak sebuah pesan dari atasannya masuk ke p

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status