بيت / Romansa / Om Ganteng, Nikah Yuk! / Pertemuan di Depan Rumah

مشاركة

Pertemuan di Depan Rumah

مؤلف: Anny Djumadi
last update تاريخ النشر: 2026-05-24 17:08:24

“Pak Leon?”

Leon yang sejak tadi memandangi hujan di luar perlahan menoleh ke arah Alena. Wanita itu tampak menggenggam tasnya sendiri sambil menggigit bibir kecil, seolah sedang ragu mengatakan sesuatu.

“Kenapa?” tanya Leon tenang.

“Aku cuma mau bilang… terima kasih.”

Tatapan Leon sedikit melembut.

“Untuk?”

“Karena sudah mengantarku pulang.”

Leon terdiam sesaat sebelum akhirnya menjawab pelan, “Tidak perlu terlalu dipikirkan.”

Justru karena jawaban itu terdengar begitu biasa, jantung Alena mal
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (1)
goodnovel comment avatar
Tuti
cerita ny diulang2 terus gk mebosan kan kalimat ny
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Cuma Kamu

    Keesokan paginya, Alena datang ke kantor dengan pikiran yang masih dipenuhi percakapannya bersama Cyntia. Satu kalimat terus terngiang-ngiang di kepalanya."Masa lalu Leon belum benar-benar hilang."Alena menghela napas. Ia masih ingin menanyakan hal itu kepada Leon. Namun belum sempat memikirkan lebih jauh, Alex sudah memanggilnya."Alena.""Iya, Pak?""Ke ruangan saya sebentar."Alena segera menghampiri. Alex menunjukkan beberapa dokumen."Ada proyek baru dari klien yang kamu dapatkan kemarin."Alena langsung tertarik."Proyek baru?""Iya. Mereka cukup puas dengan hasil pekerjaanmu."Alena tersenyum."Bagus, Pak.""Saya sebenarnya ingin kamu ikut menangani proyek ini, karena waktu itu saya sudah berjanji padamu kalau proposal kita goal, aku akan masukkan kamu ke tim."Alena mengangguk antusias."Baik, Pak. Saya siap."Namun Alex tiba-tiba terdiam."Ada masalah?" tanya Alena."Bukan."Alex menggaruk kepalanya."Sebenarnya saya sudah bicara dengan Pak Leon."Alena langsung mengerutkan

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Kalau Sudah Ketemu, Lupa Segalanya

    Pagi itu Alena berangkat bersama Alex menuju salah satu perusahaan yang menjadi klien mereka.Proyek yang mereka kerjakan sudah memasuki tahap akhir, sehingga Alex memutuskan untuk turun langsung bersama Alena. Bagaimanapun, Alex adalah atasannya dan Alena merupakan orang yang paling memahami detail proyek tersebut.Sepanjang perjalanan, mereka membicarakan beberapa hal mengenai pekerjaan."Setelah presentasi hari ini selesai, kemungkinan besar proyek ini tinggal menunggu persetujuan terakhir," ujar Alex sambil melihat beberapa dokumen.Alena mengangguk."Semoga tidak ada revisi lagi.""Kalau ada pun seharusnya tidak banyak."Alena tersenyum. Ia memang sudah bekerja keras untuk proyek ini. Bukan hanya karena ingin membuktikan kemampuannya kepada Nadia dan karyawan lain, tetapi juga karena ia tidak ingin keberadaannya di perusahaan selalu dikaitkan dengan hubungannya bersama Leon.Ia ingin orang-orang mengenalnya karena kemampuan, bukan karena siapa kekasihnya.Begitu tiba di perusahaa

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Jurus Menaklukkan Calon Suami

    Pagi itu, setelah Alena berangkat bersama Leon, Bu Rina baru saja selesai membereskan meja makan ketika terdengar suara pagar dibuka."Bu Rina!"Bu Rina yang sedang membawa beberapa piring langsung menoleh."Bu Siti?"Bu Siti berjalan masuk sambil membawa sebuah kotak kue yang cukup besar."Ini saya bawakan kue.""Wah, terima kasih."Bu Rina menerima kotak tersebut. Namun bukannya langsung pulang, Bu Siti malah mengikuti Bu Rina masuk ke ruang tamu. Bu Rina mulai merasa ada sesuatu."Bu Siti mau minum?""Boleh."Bu Rina tersenyum. Iasudah tahu. Kalau Bu Siti hanya ingin mengantar kue, seharusnya dari tadi sudah pulang.Beberapa saat kemudian, teh sudah tersedia di meja. Bu Siti menyeruput minumannya, lalu bertanya dengan nada santai."Bu Rina.""Hm?""Itu tadi yang menjemput Alena siapa?"Bu Rina tersenyum."Leon.""Oh..."Bu Siti mengangguk-angguk."Jadi benar?""Benar apa?""Yang katanya calon suaminya itu?"Bu Rina mengangguk."Iya."Mata Bu Siti langsung berbinar."Astaga, benar-b

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Curiga Ada Tim Rahasia

    Pagi itu Alena akhirnya tiba di kantor setelah menyelesaikan rutinitas lari paginya bersama Leon.Sejak hubungan mereka diketahui banyak karyawan, Alena sebenarnya sudah terbiasa menjadi bahan godaan.Namun pagi ini terasa sedikit berbeda. Begitu memasuki ruangan, beberapa orang langsung menoleh kepadanya."Alena!"Alena berhenti."Iya?"Salah seorang karyawan langsung tersenyum lebar."Kapan bagi undangan?"Alena langsung mengerutkan kening."Undangan apa?""Undangan pernikahan!"Beberapa orang langsung tertawa. Alena menghela napas."Belum ada.""Belum?""Iya.""Kok lama sekali?"Alena menatap mereka satu per satu."Kalian ini kenapa sih?"Salah seorang karyawan perempuan langsung ikut menyahut."Kalau aku punya calon seperti Pak Leon, aku tidak mau lama-lama."Alena langsung tertawa."Terus?""Langsung minta dilamar!"Karyawan lain ikut tertawa."Benar!""Alena, kamu minta cepat dilamar dong!""Jangan sampai Pak Leon kelamaan mikir!""Apalagi yang harus ditunggu? Uang, rumah, mobil

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Calon Suami yang Bikin Heboh

    Jam di dinding baru menunjukkan pukul setengah enam pagi ketika suara ketukan terdengar dari pintu rumah Alena.Tok... tok... tok...Alena yang masih berada di kamar langsung membuka mata. Ia mengerutkan kening.Siapa yang datang sepagi ini?Suara ketukan kembali terdengar.Tok... tok... tok...Dari ruang depan, terdengar suara Bu Rina."Siapa pagi-pagi begini?"Alena akhirnya bangun dari tempat tidur dan berjalan keluar dengan langkah malas. Begitu pintu dibuka, matanya langsung membesar."Om?"Leon berdiri di depan rumah dengan beberapa kantong makanan di tangannya."Pagi."Alena masih menatapnya tidak percaya."Om ada apa ini?"Leon mengangkat kantong yang dibawanya."Nyogok camer."Alena langsung melongo."Nyogok?""Iya.""Buat apa?""Biar dilancarkan."Leon tersenyum santai. Alena langsung menahan tawa."Ya ampun, Om!"Dari belakang, Bu Rina muncul sambil mengusap matanya."Leon?"Leon segera menoleh."Pagi, Bu.""Kenapa datang pagi sekali?""Saya bawa sarapan."Bu Rina menerima

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   BERSAING DENGAN WAKTU

    Leon baru saja tiba di rumah ketika ia melihat ibunya sudah duduk menunggunya di ruang tengah. Mira bahkan tidak terlihat sedang melakukan apa-apa. Sepertinya memang sengaja menunggu kepulangannya. Leon langsung tersenyum kecil."Ibu, ada apa ke sini malam-malam?""Harusnya sudah malam seperti ini, ibu istirahat saja.""Ada yang ingin ibu bicarakan denganmu.""Kau dari mana? Tempat Alena?"Leon meletakkan kunci mobil di atas meja."Alena tadi ingin istirahat lebih cepat, jadi aku langsung mengantarnya."Mira mengangguk, tetapi wajahnya justru menunjukkan sesuatu yang lain. Leon sudah hafal ekspresi itu. Ada sesuatu yang ingin ditanyakan. Dan benar saja."Leon.""Iya, Bu?""Kenapa kamu setuju saja sih waktu Alena minta waktu sampai satu tahun?"Leon menahan senyum. Ia sudah menduga ibunya akan membahas hal itu cepat atau lambat."Memangnya kenapa, Bu?""Kenapa?"Mira langsung menatap putranya."Umurmu juga sudah tidak muda lagi."Leon mengangkat alis."Ibu sedang mengingatkan umur anak

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bawa Dia ke Ruang Saya

    Sejak pagi, Alena sudah merasa tubuhnya tidak nyaman. Kepalanya terasa berat, sementara matanya sesekali berkunang setiap kali terlalu lama menatap layar komputer. Namun wanita itu tetap berusaha bekerja seperti biasa sambil sesekali meminum kopi dingin yang bahkan sudah tidak terasa efeknya.“Aduh

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Om Ganteng Mau Nikah

    Sudah seminggu. Dan Leon tidak muncul lagi. Awalnya Alena masih berpikir pria itu hanya sibuk bekerja seperti biasa, mungkin lembur, mungkin ada meeting penting, karena bukankah orang kaya memang selalu sibuk. Namun setelah beberapa hari berlalu dan mobil hitam Leon tak pernah lagi terlihat masuk k

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Gadis Aneh

    Sejak hari itu, Alena punya kebiasaan baru: mengintip rumah Leon. Setiap sore sepulang sekolah, gadis itu akan duduk di teras rumah neneknya sambil pura-pura mengerjakan PR. Buku tulis terbuka di pangkuannya, pena sesekali bergerak, tetapi matanya lebih sering melirik rumah besar di sebelah komplek

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Demi Bakso, Ajak Nikah

    “Berani nggak?” Alena yang sedang meniup es teh plastiknya langsung menoleh bingung ke arah teman-temannya. “Berani apa?” Tiga anak perempuan di sampingnya langsung cekikikan sambil menunjuk ke arah seberang jalan. Di depan minimarket, sebuah mobil hitam mewah baru saja berhenti. Seorang pria

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status