Share

Bab 176 Kehancuran

Author: Ratu As
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-06 22:35:42
Layar ponsel Alya menampilkan siaran langsung yang kian tegang. Ia duduk di samping Marvel yang menyetir.

Puluhan kilatan lampu kamera dan jepretan wartawan membanjiri sosok Azalea yang duduk tenang di samping pengacara kondang utusan Zayn. Di atas meja, berjejer mikrofon bertuliskan logo media-media nasional ternama.

​Azalea menarik napas panjang, menatap ke arah kamera. Sebelum masuk ke inti permasalahan, ia menyapa para pers yang memadati ruangan dengan suara yang lugas.

"Hari ini say
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 181 Watak Keras Marta

    Kedatangan Zayn dan Azalea seolah menjadi angin segar bagi Martha. Wanita itu sudah berada di titik puncak muak dan lelah dengan suaminya. Ia hanya ingin berpisah dan pergi sejauh mungkin.​Sekarang segalanya sudah hancur. Rahasia besar yang selama ini setengah mati ia tutupi pun akhirnya terbongkar. Martha meratapi nasibnya, ia merasa tak ubahnya wanita bodoh dan mandul yang mau-maunya diperdaya oleh pria brengsek seperti Marvel.​"Jangan ikut campur kamu, Zayn!" bentak Marvel murka.​Melihat biang masalah berdiri di hadapannya, Marvel tak lagi mampu menahan emosi. Rasanya ia ingin menghabisi Zayn saat itu juga. Pemuda itulah yang sudah lancang membantu Azalea hingga merusak seluruh hidupnya. Bahkan sekarang, Alya mendekam di dalam sel tahanan akibat laporan balik yang diajukan Azalea.​"Zayn, untung kamu datang..." Martha tak sanggup menyembunyikan rasa leganya. Jika tadi tidak ada Zayn, ia yakin Marvel sudah menyeret dan menyekapnya, atau bahkan membunuhnya. Pria gila itu kerap ke

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 180 Suami Toxic

    "Modus?" Zayn tersenyum miring. "Baru begitu saja sudah dibilang modus. Gimana kalau begini?"​Sebelah tangan Zayn bergerak cepat merangkul pinggang Azalea, menariknya mendekat hingga tubuh gadis itu menyandar pada island dapur. Zayn mengunci pergerakan Azalea sepenuhnya, memajukan wajahnya hingga jarak mereka tersisa tak lebih dari tiga inci.​Azalea menahan napas. Matanya membulat kaget. Ia mematung, menduga-duga apa yang akan Zayn lakukan selanjutnya. Apakah pemuda itu akan menciumnya?​Perlahan, Azalea memejamkan mata. Namun sebelum bibir mereka bertemu, suara denting bel pintu yang nyaring membuyarkan keintiman mereka.​Ting tong!​"Ada tamu?" bisik Azalea pelan, napasnya masih menggebu.​Azalea dan Zayn membeku di tempat. Zayn akhirnya menarik diri mundur, alisnya terangkat heran. Siapa yang bertamu ke apartemennya malam-malam begini? Selama ini, hampir tidak ada orang yang tahu lokasi unit pribadinya.​"Biar aku lihat dulu," ujar Zayn datar.​Zayn berjalan menuju pintu dan mem

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 179 Modus Lelaki Tampan

    ​"Kamu menerima penawaran Haikal?" tanya Zayn dengan tatapan mengintimidasi.​Saat ini, Zayn membawa Azalea ke ruangan eksklusif. Setelah mendudukkan Azalea di sofa, pemuda itu langsung mengungkungnya—membungkukkan badan dan menumpukan kedua tangannya di sandaran sofa, mengunci pergerakan Azalea.​"A-aku baru bilang akan mempertimbangkannya," bisik Azalea canggung.​Azalea mendongak dengan jemari Zayn menahan dagunya, memaksa gadis itu untuk tetap menatap Zayn. ​"Kalau begitu tidak perlu. Langsung tolak saja," paksa Zayn tanpa kompromi.​"Tapi...."​"Lea, apa kamu yakin ide konyol seperti itu akan menguntungkanmu?" Zayn tersenyum miring, menyelipkan cibiran tipis dalam nada bicaranya. "Apa hanya dengan melihat Alya semakin terpuruk sudah membuatmu puas?"​Zayn memajukan wajahnya sedikit lebih dekat. "Lebih baik kendalikan egomu. Kamu bisa mendapatkan hal yang jauh lebih besar untuk menghancurkan orang yang bersalah."​Azalea bisa membaca ketidaksetujuan dari sorot mata Zayn. Tak i

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 178 Kerjasama Licik

    Jatuh cinta? ​"Zayn, tanganmu...," bisik Azalea, berusaha mengabaikan hangat jemari Zayn yang baru saja mengusap lembut pipinya. Ia mencoba untuk tidak terbawa perasaan karena tahu Zayn mungkin hanya sedang meledeknya. Pemuda itu tidak mungkin mengungkapkan cinta secara terang-terangan. ​Zayn tidak langsung melepaskannya. Ia menatap Azalea dalam-dalam selama beberapa detik, menikmati rona merah yang merambat di pipi gadis itu, sebelum akhirnya mengambil alih tongkat jalan di tangan Azalea.​"Jalan yang benar," titah Zayn datar.​Tanpa meminta izin, Zayn kembali merangkul pinggang Azalea dari samping. Ia menopang separuh berat badan gadis itu agar kakinya yang sakit tidak perlu menapak terlalu keras, sementara tangan kanannya membawakan tongkat Azalea.Sikapnya begitu dominan dan santai, seolah hal itu tidak bisa dibantah.​"Zayn, aku bisa jalan sendiri..." protes Azalea pelan. Padahal dalam hati, ia sangat terbantu karena langkahnya jadi jauh lebih ringan.​"Kamu terlihat sangat m

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 177 Jatuh Cinta

    Alya habis dimarahi oleh Marvel, kalau bukan karena rencana bodoh anak tak tahu diuntung itu jelas Marvel masih bisa mengendalikan semua. Tapi sekarang semuanya sudah kacau. . "Sudah?" Zayn menyongsong kedatangan Azalea. Ia berdiri di sudut koridor menunggu Azalea yang diduduk di kursi roda dengan didorong oleh pengawal yang Zayn sewa. Azalea mengangguk, senyumnya tampak lega dengan binar penuh harap. "Kalau begitu, lebih baik pulang dulu. Kamu butuh istirahat," ujar Zayn yang tanpa basa-basi memindahkan tubuh Azalea dengan membopongnya. "Zayn, turunkan aku! Kamu bisa dorong kursi rodanya sampai tempat parkir!" protes Azalea. "Tidak perlu kamu gendong aku!" Meski berontak, namun Zayn tidak berniat menurunkannya. Pemuda itu tetap melangkah santai seolah beban Azalea tidak seberapa. "Zayn malu!" Cerewet Azalea yang dibalas Zayn dengan kekehan geli. Semakin Azalea tidak mau dan cemberut, semakin membuatnya gemas. "Sekarang, baru boleh turun," Zayn menurunkan Azalea dan men

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 176 Kehancuran

    Layar ponsel Alya menampilkan siaran langsung yang kian tegang. Ia duduk di samping Marvel yang menyetir. Puluhan kilatan lampu kamera dan jepretan wartawan membanjiri sosok Azalea yang duduk tenang di samping pengacara kondang utusan Zayn. Di atas meja, berjejer mikrofon bertuliskan logo media-media nasional ternama. ​Azalea menarik napas panjang, menatap ke arah kamera. Sebelum masuk ke inti permasalahan, ia menyapa para pers yang memadati ruangan dengan suara yang lugas. "Hari ini saya ingin meluruskan potongan video yang beredar, sekaligus membuka kebohongan yang selama ini ditutupi rapat-rapat." ​Azalea menguasai penuh perhatian di ruangan itu. ​"Video yang disebarkan oleh Alya adalah potongan manipulatif. Saya memang menamparnya, dan saya mengakui itu. Namun, yang tidak diperlihatkan adalah provokasi keji dan fakta di balik kematian ibu saya yang ia jadikan bahan ejekan," ujar Azalea dingin. ​Pengacara di sampingnya lantas memutar rekaman CCTV utuh, menampilkan Alya

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 27 Dalam Dekapan Zayn

    Bugh! Suara hantaman terdengar keras, Azalea merunduk dan memejam. Namun hingga suara itu berlalu, ia sama sekali tidak merasakan sakit. Ia justru merasakan dekapan yang hangat dan erat. Azalea membuka matanya, ia tidak melihat apa pun kecuali dada bidang Zayn yang menghimpitnya. "Za--Zayn..." A

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 12 Gosip Murahan

    Ezra langsung bicara blak-blakan.​"A—pa? Aku trending?" Azalea menunjuk dirinya sendiri dengan wajah cengo.​Ezra menghentak napasnya kasar, lalu mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan layarnya tepat di depan hidung Azalea.​"Hah, beli kuota internet saja pasti kamu tidak mampu, kan? Makanya kudet

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 6 Aku Masih Butuh Babu

    "Lea, aku minta maaf! Lea, aku minta maaf!"Enam anak perempuan itu berlari di tengah halaman sembari berteriak meminta maaf. Tidak ada perlawanan apa pun, bahkan ratu sekolah harus menerima hukuman ini. Sementara Zayn memperhatikan mereka dari jauh, dari ruang eksklusif di lantai tujuh. "Zayn, a

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 5 Minta Maaf Pada Babuku!

    Yiyi dan temannya saling lirik lalu menelan ludah. Meski bukan mereka yang memotong rambut Azalea secara langsung, namun mereka yang memprovokasi Alya. "Zayn, tidak ... kamu salah," Azalea buru-buru menyela, takut jika masalahnya semakin melebar. "Kamu salah paham, tidak ada satu pun dari mereka--

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status