首頁 / Romansa / Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah! / Bab 175 Melawan Tanpa Takut!

分享

Bab 175 Melawan Tanpa Takut!

作者: Ratu As
last update publish date: 2026-08-05 16:09:43
"Kakek, semalam Lea menginap di sini," ucap Zayn yang melihat ketegangan di ruang itu.

Ia mendekat lalu bicara lebih dulu sebelum Azalea menjawab wajah penuh tanya Adinata.

"Kenapa dia yang menginap? Kemarin Alya yang minta izin tidur di sini." Adinata menghela napas, kepala tuanya berpikir kalau keadaan rumah Marvel buruk hingga putri-putrinya memilih pergi dan menginap di lain tempat.

"Kakek, untuk sementara tolong biarkan Lea tinggal di sini," pinta Zayn dengan wajah serius. Pemuda itu
Ratu As

Ada yang baca sampai sini? 👀👀

| 4
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 189 Pelukan Hangat di Mobil

    ​Azalea menarik napas panjang, berusaha menata detak jantungnya yang mendadak berantakan. Takut hadiah dari sahabatnya benar-benar melayang.Gadis itu mengedarkan pandangan ke sekeliling sekali lagi, memastikan situasi di panti benar-benar aman dan tidak ada yang memperhatikan mereka.​Dengan cepat, Azalea memutar tubuh dan memanjat masuk melalui pintu kemudi, lalu buru-buru menarik pintu hingga tertutup rapat agar tidak terlihat dari luar.​Melihat reaksi pasrah Azalea, Zayn dengan sigap menekan tombol di samping kursinya, memundurkan dan mencondongkan kursi kemudi jauh ke belakang untuk memberikan ruang yang lapang. Tanpa memberi kesempatan Azalea berpikir dua kali, Zayn menarik pinggang gadis itu hingga Azalea kini duduk tepat di pangkuannya.​Azalea memposisikan tubuhnya menghadap Zayn secara penuh. Kedua lututnya ditekuk mengapit pinggul Zayn, sementara kedua telapak kakinya menapak santai di bagian sisi lantai mobil. Posisi itu membuat tubuh mereka saling terkunci dalam jarak

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 188 Ada Syaratnya

    Zayn melihatnya sekilas, namun ia tak acuh. Ia meraih tangan Azalea dan menggenggamnya. "Biarkan saja, mungkin Pak Marvel hendak memohon belas kasih agar tidak didepak dari rumah sakit." Azalea tersenyum getir, raut wajahnya tidak banyak berubah. Tentu bukan karena ia senang melihat lelaki brengsek itu jatuh, hanya saja Azalea mungkin sudah mati rasa. Apa pun yang terjadi pada ayahnya, bukan urusannya lagi. Zayn melanjutkan perjalanan, sampai di panti ada anak-anak dan pengurus yayasan yang menyambut Azalea, terutama Renata. "Hai, Lea, bagaimana kabarmu?" Wanita paruh baya itu langsung menyapa dengan ramah. Ia mungkin masih tidak menyangka jika Zayn akan membawanya ke sini, dan gadis itu bersedia untuk membantu setiap kegiatan di panti. Sejak awal Renata lihat ada yang berbeda dari tatapan Zayn untuk Azalea, ia jadi ingat saat pertama kali Zayn datang membawa Azalea, pemuda itu bilang Azalea istimewa. Renata mengartikan jika gadis itu mungkin berkebutuhan khusus seperti anak lai

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 187 Waspada

    ​Ucapan Zayn membuat wajah Azalea makin merona. Tak tahan terus-menerus diledek, gadis itu meraih bantal terdekat di atas ranjang dan mengayunkannya tanpa ampun ke arah Zayn.​"Zayn! Diam tidak?!" seru Azalea gemas mendaratkan pukulan bantal. ​Zayn tertawa lepas, tangannya sigap menangkis serangan bertubi-tubi. Perkelahian kecil dan menggemaskan itu tak terelakkan di antara mereka. Azalea yang kepalang kesal berusaha menindih gerak Zayn dengan bantalnya, tetapi Zayn yang memiliki refleks lebih cepat justru melihat celah. ​Dengan satu gerakan gesit, Zayn menangkap kedua pergelangan tangan Azalea dan menarik tubuh gadis itu hingga jatuh terjerembap tepat di atas dadanya.​Suasana seketika hening. Azalea menahan napas, menempel rapat di atas dada tegap Zayn. Manik mata mereka saling terkunci dalam jarak yang sangat dekat.​"Lepas, Zayn..." cicit Azalea, mulai memberontak dan mencoba mendorong dada Zayn agar bisa bangkit.​Zayn tidak membiarkannya lolos begitu saja. Memanfaatkan momen

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 186 Pakaian Dalam Merah Muda

    ​Ia menyusup ke balik tirai dan merapatkan tubuhnya, memojokkan Azalea hingga punggung gadis itu membentur dinding kaca. ​"Z-Zayn... aku terjepit!" pekik Azalea pelan seraya menyibak sedikit kain tirai, ia mendelik menatap wajah nakal Zayn yang sengaja mengurungnya di sana. Bukannya menjauh, Zayn justru makin menghimpit tubuh Azalea. Kurungan tirai tebal itu membuat jarak di antara mereka terkikis habis, menyisakan kehangatan yang mendebarkan. ​Azalea bisa merasakan embusan napas Zayn menyapu permukaan kulit lehernya. Punggungnya yang menempel pada dinginnya dinding kaca terasa kontras dengan panas tubuh pemuda di hadapannya. ​"Zayn, geli..." bisik Azalea lirih, berusaha menahan napas. "Nanti Tante Marta curiga!" ​"Biar saja," sahut Zayn santai. Suaranya memberat, berbisik tepat di samping telinga Azalea. "Salah sendiri... kenapa bersembunyi di tempat sesempit ini?" ​Jemari Zayn terangkat, mengusap pelan pipi Azalea yang kini memerah, lalu bergerak turun mengelus dagu gadis itu h

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 185 Bersembunyi

    ​"Ayah melakukan hal ekstrem ini, apa sudah memikirkan konsekuensinya? Bagaimana kalau Zayn sampai tahu?" ​Saat ada kesempatan, Marta tak segan mengajak ayahnya bicara empat mata. Bagaimanapun juga, hal ini terus membayangi pikirannya sejak kemarin. ​"Aku tidak habis pikir. Ayah bahkan melakukannya tanpa pertimbangan dariku atau Zayn." Marta tak bisa menyembunyikan kekecewaannya karena baru mengetahui hal ini belakangan, sementara sang ayah justru melakukannya dengan bantuan Marvel. ​Adinata berdeham pelan. "Sudah sejak lama Ayah memikirkan ini, Marta. Hanya ini satu-satunya cara agar Ayah tenang dan tidak perlu risau lagi soal garis keturunan keluarga Adinata. Kamu pasti paham, kan?" ​Wajah Adinata tampak makin tegang. Ada alasan pelik yang sulit dijelaskan di balik tindakan nekat itu, tetapi yang pasti, semuanya ia lakukan demi kelangsungan nama besar keluarga Adinata. ​Marta menghela napas panjang. "Baiklah... Sebenarnya aku mengerti jalan pikiran Ayah. Karena sekarang

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 184 Kesempatan Bangkit

    ​"A-apa? Ti-tidak, Varel! Kami tidak mau taruhan!" jawab gadis-gadis itu terbata-bata. Memilih jalan aman, mereka pun buru-buru bergegas pergi, menjauh dari Varel yang menatap mereka dengan tatapan meremehkan.​Varel kembali melanjutkan langkahnya. Ia menuju ke kelas yang sama dengan Zayn, walau pemuda itu tampaknya memilih mengantar Azalea lebih dahulu ke kelasnya.​"Zayn, aku bisa masuk sendiri. Kamu pergilah ke kelasmu," ujar Azalea canggung. Sepanjang koridor tadi mereka terus menjadi pusat perhatian, dan itu jelas karena keberadaan Zayn. Pemuda itu memang ibarat magnet yang tak pernah gagal menarik perhatian sekelilingnya.​Namun, Zayn tak menghiraukan ucapan Azalea. Ia baru menghentikan langkah ketika mereka sudah tiba tepat di depan pintu kelas Azalea.​"Masuklah," ucap Zayn, menyunggingkan senyum tipis, senyum langka yang hampir tak pernah ia perlihatkan pada orang lain.​Azalea mengangguk. Ia membalasnya dengan senyuman tak kalah manis, lalu buru-buru melangkah masuk agar Z

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 4 Anak Ini Milikku

    Bruuuk! Alya mendorong tubuh Azalea sampai terbentur pintu toilet lalu tersungkur ke lantai. "Sebenarnya apa salahku? Kenapa kalian berbuat kasar begini?" tanya Azalea lagi sambil meringis perih."Jangan berlagak polos!" bentak Alya. "Kamu sengaja melakukan itu, kan? Sengaja ngilangin kertas ulan

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 3 Balas Dendam Ratu Sekolah

    Tatapan itu membuat Azalea gugup, ada sesuatu yang berdebar aneh. Ia langsung menyerahkan botol minum Zayn padanya. "Jawab aku. Kamu mengerti?" tekan Zayn. Azalea mengangguk cepat. "Iya… mengerti." Zayn melepas tangan Azalea, lalu menunjuk handuk kecil di tangan gadis itu dengan dagunya. "Bantu

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 2 Peraturan Pertama, Harus Tahu Siapa Yang Harus Kamu Layani

    Pemilik kontrakan itu pergi dengan langkah menghentak dan lirikan sinis. "Ibu," Azalea menghampiri ibunya. Suara sang putri membuat Dina buru-buru bangkit dan mengusap air matanya. "Lea? Kamu sudah pulang?" ucapnya gugup sambil memaksakan senyum. "Lea sudah pulang dari tadi." Lea mengus

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 1 Jadi Babu Raja Sekolah

    "Tuan muda, bagaimana caramu akan menghukum gadis beasiswa miskin ini?" Suara itu membuat jantung Azalea serasa mau copot. Meski siswa itu bicara dengan nada rendah, ucapannya sarat cibiran untuk memojokkan Azalea. Takut-takut Azalea mendongakan wajahnya, menatap sosok anak lelaki yang kini berd

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status