CHAPTER 102:13Jam di pojok kanan layar laptop menunjukkan 02:13 pagi ketika notifikasi itu muncul.1 USDT RECEIVEDAku mengangkat sebelah alis.Satu dolar.Jumlah yang terlalu kecil untuk dianggap penting, tapi terlalu aneh untuk dikirim pada jam seperti ini.Di dunia tempatku hidup, orang tidak pernah melakukan sesuatu tanpa alasan. Terutama transaksi.Aku bersandar di kursi apartemen sambil memutar pelan gelas kopi yang sudah dingin sejak satu jam lalu. Di luar jendela, Jakarta masih hidup dalam warna-warna neon dan suara hujan tipis yang membasahi kaca gedung.Kota ini aneh.Siang hari semua orang pura-pura normal.Malam hari, semua rahasia mulai bekerja.Aku hampir menutup wallet dashboard itu sebelum mataku menangkap sebuah memo kecil di bawah detail transaksi.Kalimat pendek.Tidak lebih dari satu baris.Namun cukup untuk membuat jemariku berhenti bergerak.“Kalau suatu hari aku hilang, cari aku di Tokyo.”Aku diam.Ruangan apartemen mendadak terasa lebih sunyi daripada biasan
Last Updated : 2026-05-15 Read more