"Dave, siapkan mobil kita ke rumah sakit sekarang!""Baik, Komandan."Suara bariton Ziandra menggelegar di sepanjang koridor markas, memotong keheningan malam yang mencekam. Rahangnya mengeras, emosi yang membakar dadanya membuat langkah tegapnya terasa kian mengintimidasi. Sambil berjalan cepat, Ziandra langsung menekan tombol panggil cepat pada ponselnya, menghubungkan saluran ke rumah sakit."Sersan Irwan, terus siaga di posisi. Jangan sampai lengah sedikit pun!" perintah Ziandra begitu panggilan tersambung. Suaranya rendah, namun sarat akan ancaman berbahaya yang tak terbantahkan."Siap, Komandan!" jawab Irwan tegas dari seberang sana.Ziandra mematikan ponsel, lalu menoleh tajam ke arah dua bawahannya yang sedang bersiap di ruang taktis. "Kapten Razka, Lettu Zaid, ikut saya!""Ada masalah, Komandan Ziandra?" Sebuah suara berwibawa menginterupsi dari arah belakang. Pria paruh baya berpangkat Jenderal berjalan mendekat dengan tatapan menyelidik, menyadari kegelisahan yang sangat
続きを読む