Tutup mulutmu!” geram Ziandra.Ia sudah membayangkan skenario pertempuran taktis melawan pembunuh bayaran internasional, tapi musuh aslinya ternyata hanyalah seekor cicak menyimpang."Aku salah prediksi."Di luar pintu, Bi Sumi yang ikut menyusul ke atas tampak mengulum bibirnya kuat-kuat, menahan tawa agar tidak meledak melihat pemandangan intim namun kocak di depannya. Merasa kehadirannya akan mengganggu momen suami-istri itu, Bi Sumi menarik diri perlahan, menutup pelan pintu kamar, dan kembali turun ke bawah dengan senyum-senyum sendiri."Almira, turun!" perintah Ziandra tegas, mencoba melepaskan kaitan kaki Almira di pinggangnya."Nggak mau! Aku takut, Abang sayang!" tolak Almira keras kepala, justru semakin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Ziandra."Dia sudah pergi! Lihat, lantainya sudah kosong," bohong Ziandra agar gadis itu mau lepas."Nggak mau! Nanti dia balik lagi membawa pasukannya terus ngincer aku gimana? Di sini lebih aman," balas Almira, mengencangkan pelukannya
続きを読む