Share

Bab 112

Author: macaroonie
last update publish date: 2026-07-08 20:02:16

Tak jauh dari kawasan rumah mereka, terdapat sebuah taman di belakang kota.

Di sudut paling belakang taman itu berdiri sebuah pohon beringin tua dengan batang besar yang membentuk rongga alami di bagian bawahnya. Tempat itu pernah menjadi markas rahasia Bita dan Vino semasa kecil.

Bita masih mengingatnya dengan jelas.

Dulu, saat Vino kecil kabur dari rumah karena dimarahi Papanya, semua orang panik mencarinya ke mana-mana. Tak ada yang tahu ke mana anak itu menghila
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 374

    Vino langsung tersadar begitu menyadari salah satu rekan kerja Bita sedang menatap ke arahnya. Dengan gerakan cepat, ia segera menarik kembali tubuhnya ke dalam kamar dan menutup pintu sebelum perempuan itu sempat memastikan apa yang baru saja dilihatnya. Di sisi lain, Dina mengerjapkan mata berkali-kali. Wajahnya tampak tidak percaya, seolah sedang berusaha memastikan bahwa penglihatannya barusan bukan sekadar khayalan. “Gue nggak tahu apa gue cuma halusinasi, tapi tadi gue barusan lihat Vino.” Ucapannya membuat Bita dan Felis yang sedang sibuk mengumpulkan pecahan cangkir serempak menoleh. Bita bahkan langsung membeku. “Di mana?” tanya Felis. “Di kamar Bita.” Felis sontak melepaskan tawanya. “Mana mungkin Vino ada di kamar Bita! Ngehalu pasti lo!”

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 373

    “Bita—”Dina dan Felis baru saja hendak menyapanya ketika Bita buru-buru menutup pintu apartemen.Keduanya terdiam di luar.Sementara itu, Bita langsung berbalik dan bergegas menghampiri Vino yang masih berdiri di dekat meja dapur sambil menikmati kopinya.“Gawat!” serunya dengan napas sedikit memburu. “Ada Dina sama Felis!”Vino menurunkan cangkir dari bibirnya. Ia mengerjap, lalu menatap Bita dengan dahi berkerut. “Siapa mereka?”“Teman kantor aku. Sekaligus admin fanbase kamu! Kalau sampai mereka tahu kamu ada di apartemen aku, bisa langsung heboh se-Indonesia Raya!”Vino menahan senyum melihat kepanikan istrinya.Namun, Bita tidak punya waktu untuk memperhatikan itu. Ia segera merampas cangkir dari tangan Vino dan meletakkannya di atas pantry.“Maka dari itu, kamu harus sembunyi sekarang! Ayo!”Bita langsung menarik tangan Vino, membawanya mondar-mandir di area ruang tengah dan dapur. Semen

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 372

    “Habis ini aku mau mandi, ah,” ucap Bita sembari mengipasi wajahnya dengan balaclava. Lantas perempuan itu teringat sesuatu. “Oh, ya, acara award kamu nanti jam berapa?” tanyanya sambil menoleh kepada Vino. Namun, pertanyaan itu tidak langsung mendapat jawaban. Bita justru mendapati laki-laki di sampingnya sedang menatapnya dengan pandangan setengah melamun. Alisnya bertaut heran. “Kenapa?” Belum sempat Bita mendapatkan jawaban, pintu lift sudah lebih dulu terbuka. Ia pun melangkah keluar, menoleh untuk memastikan Vino mengikutinya. Laki-laki itu masih saja memperhatikannya dengan mulut yang terkunci rapat. Bita hampir membuka mulut untuk bertanya lagi ketika mereka mulai menyusuri lorong menuju unit masing-masing, dengan Vino yang akhirnya menjawab, “Acara utamanya jam delapan. Tapi aku harus udah sampai di sana jam enam. Ada persiapan dulu.”

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 371

    Bita sontak memberontak ketika salah seorang petugas mulai menarik lengannya untuk membawa mereka keluar dari lobi.“Pak, tunggu dulu! Kami bukan perampok!”Namun, petugas itu tidak menghiraukan protesnya. Genggamannya justru semakin erat hingga Bita sedikit tersentak ketika lengannya ditarik.Melihat perlakuan itu, Vino langsung melotot.“WOY! JANGAN KASAR SAMA ISTRI GUE!”Suaranya menggema di lobi, membuat beberapa penghuni yang semula mulai kembali beraktivitas menoleh lagi.“Lepasin istri gue!” Vino meronta, berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman petugas lain yang menahannya dari belakang. “Gue bilang lepasin! Atau gue patahin leher lo sekarang!”“Mas! Tenang dulu!” bentak salah satu petugas.“Gimana gue mau tenang kalau kalian ngasarin istri gue?!”Vino terus berusaha melepaskan diri. Kedua petugas yang menahannya mulai kewalahan menghadapi tenaga laki-laki itu. Sampai akhirnya, dengan satu

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 370

    Setelah prosesi akad selesai, Bita dan Vino menghabiskan waktu untuk berfoto bersama keluarga dan penghulu. Beberapa foto formal diambil, disusul foto-foto candid yang dipenuhi tawa dan keisengan Vino yang sesekali membuat Bita salah tingkah.Dari KUA, mereka melanjutkan perjalanan ke rumah Vino. Clara dan Anggun sudah menyiapkan makan siang dengan bantuan Tante Sandra. Berbagai hidangan memenuhi meja makan, membuat suasana rumah terasa semakin hangat ketika kedua keluarga berkumpul untuk merayakan pernikahan mereka.Setelah makan, mereka menghabiskan waktu di ruang keluarga. Obrolan ringan mengalir begitu saja, mulai dari kejadian selama akad hingga rencana kehidupan rumah tangga kedua pengantin baru itu. Sesekali, Bita dan Vino menjadi sasaran godaan keluarga, terutama ketika pembicaraan mulai menyinggung soal cucu.Bita berkali-kali dibuat salah tingkah, apalagi Vino justru menanggapinya dengan santai. Ketika ditanya berapa anak yang mereka inginkan, la

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 369

    Bita menoleh, menatapnya dengan mata berkaca-kaca. “Gombal.”Vino terkekeh kecil, tetapi tangannya tetap sibuk mengeringkan sisa air mata di pipi Bita. “Ya udah, jangan nangis. Nanti aku ikut nangis.”Bita tertawa lirih di sela isaknya. Dan benar saja, ketika ia melirik wajah Vino, mata laki-laki itu pun sudah mulai memerah.Pemandangan tersebut tidak luput dari perhatian Bram.Sejak awal, Bram tahu betapa besar perasaan Vino terhadap putrinya. Ia sudah melihat sendiri bagaimana laki-laki itu memperhatikan Bita, bagaimana Vino berusaha memahami keinginan dan kebutuhannya, serta bagaimana ia selalu berusaha membuat Bita merasa aman.Namun, Bram juga pernah meragukan kesungguhan laki-laki itu. Terutama ketika Vino mulai sering berganti pasangan.Bram tidak bisa mengabaikan kekhawatiran bahwa putrinya mungkin akan kembali terluka jika suatu hari nanti ia menyerahkan Bita kepada laki-laki yang belum benar-benar memahami arti sebuah k

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 1

    "Lo naksir abang gue?" Bita tersentak. Selang air di tangannya terlepas begitu saja, membasahi ujung sandal rumahnya sebelum ia sempat mematikan keran. Niatnya berpura-pura menyiram tanaman siang-siang begini hanya agar bisa melihat Aksa yang baru pulang kuliah. Meskipun Aksa terpaut usia be

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 5

    Menatap iris jelaga Vino yang bisa membawa siapapun tenggelam ke dalam gelapnya, Bita menggelengkan kepala. "Aku nggak bisa," tolak Bita. Bita tidak bisa mempercayakan dirinya pada Vino sepenuhnya. Mengingat reputasi Vino yang gemar mempermainkan perempuan, bukan tidak mungkin Bita akan jadi sal

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 3

    "Kamu ngapain?!"Saat keluar dari rumahnya, Bita dikejutkan dengan kedatangan Vino. Pasalnya pria itu tidak datang dengan motor yang biasanya mereka pakai untuk berangkat sekolah. Melainkan Toyota Sedan warna hitam yang sangat Bita kenali milik siapa terparkir didepan rumah.Vino menyandarkan pung

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 2

    "Bercinta? Kamu gila?!" Vino tidak langsung menjawab. Laki-laki itu justru mengulurkan tangan, menjepit kedua pipi Bita dengan telapak tangannya yang terasa hangat. "Lo kapan gedenya, sih? Hal begini aja harus dijelasin." Bita menepis tangan Vino dengan gusar. "Nggak usah pegang-pegang!" Vino

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status