"Aku nggak cuma ingin punya cukup uang untuk melamar dan menikahi kamu. Aku juga ingin memastikan kehidupan kamu setelah menikah nanti akan baik-baik aja," lanjut Vino.Bita menatapnya tanpa berkedip.“Aku mulai memikirkan tempat tinggal kita, aset yang harus aku punya, tabungan untuk kebutuhan rumah tangga, sampai biaya-biaya lain yang mungkin akan kita butuhkan nanti. Aku ingin punya cukup pegangan supaya kamu nggak perlu khawatir soal keuangan. Supaya kalau suatu hari ada sesuatu yang terjadi, aku tetap bisa memastikan kamu hidup dengan layak.”Vino tersenyum kecil, tetapi senyum itu tidak bertahan lama. “Awalnya aku pikir, semakin banyak yang bisa aku siapkan, semakin baik. Aku pikir, kalau aku bisa menyelesaikan semuanya lebih dulu, aku bisa datang ke kamu tanpa perlu membuat kamu khawatir tentang apa pun.”Entah sudah keberapa kalinya, Vino kembali menarik napas panjang. “Tapi tanpa sadar, aku terus menunda. Selalu ada sesuatu yang menurutku
Mehr lesen