Tanpa membuang waktu, Bianca meraih ponselnya di bawah meja dan mengirim pesan singkat pada seseorang. Tak sampai 5 menit kemudian, pintu kafe terbuka.Seorang pria yang berpenampilan menarik dengan setelan kasual yang rapi berjalan masuk, matanya langsung tertuju pada Bianca.Dante yang awalanya bersikap santai sambil mengamati perseteruan sepupu itu, tiba-tiba menegakkan tubuhnya melihat seorang pria yang mendekat kearah meja mereka.Dan tanpa ragu memeluk pinggang Bianca dari belakang. Bianca membalasnya dengan menarik pria itu ke arahnya, memberikan kecupan mesra di pipi, lalu menyandarkan kepalanya dengan manja di bahu pria itu.“Maaf aku terlambat menjemputmu, sayang,” ujar suara pria itu dengan suara yang sengaja dibuat cukup keras untuk didengar Dante.“Tidak apa-apa,” jawab Bianca dengan nada bicara yang manis dan Bianca sengaja membelai tangan pria yang ada di sampingnya itu agar dapat dilihat oleh Dante.Wajah Dante yang tadinya penuh dengan rasa percaya diri yang tinggi ki
อ่านเพิ่มเติม